Kamis, 9 April 2026

HOT TOPIC

Memanas! Hamas Nyalakan Api 'Neraka' ke Israel, Netanyahu Kunjungi AS untuk Balas Dendam?

Minggu, 13 April 2025 17:17 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok perlawanan Palestina meluncurkan serangan besar-besaran menyasar wilayah Israel pada Minggu (6/4/2025) malam.

Brigade Al-Qassam menyebut, neraka bagi Israel telah dimulai.

Setidaknya ada 10 proyektil yang diluncurkan perlawanan menyasar kota Israel.

Baca: 40.000 Hamas Muncul Jadi Lapis Utama Perang, Jadi Momok Israel saat Tentara Zionis Mundur Massal

Serangan tersebut menyebabkan kepanikan luar biasa bagi pemukim.

Sirene tanda peringatan pun meraung-raung di berbagai wilayah.

Dalam pernyataannya, Brigade Al Qassam menyinggung kata-kata yang kerap digemakan Amerika Serikat (AS) dan Israel soal akan terciptanya gerbang neraka di Gaza.

Dari rentetan serangan rudal yang mereka luncurkan, Brigade Al Qassam menyebut jika neraka dari mereka untuk Israel sudah dimulai.

Mereka menegaskan, serangan ini sebagai respons terhadap kejahatan pendudukan Zionis terhadap rakyat Gaza.

Diketahui, serangan besar Hamas menyasar Ashdod, kota Ashdod, dan Ashkelon.

Kota Ashkelon, Ashdod, Yavne dan kota-kota lain di wilayah Shfela dan Lachish keos dengan terdengarnya suara sirene.
Jutaan pemukim Israel berlarian mencari perlindungan.

Sementara tiga orang dilaporkan terluka akibat serangan ini.

Baca: Zionis Kalang Kabut, Kehabisan Tentara Perang Malah Kini Digempur 40.000 Pasukan Hamas Lapis Baru

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Magen David Adom Eli Bin. 

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Dalam pertemuan itu, Trump menginginkan Israel segera mengakhiri perang.

Permintaan itu disampaikan oleh Trump di Gedung Putih Amerika Serikat pada Senin (7/4).

"Saya ingin melihat perang berakhir, dan saya pikir perang akan berakhir pada suatu titik, itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata Trump.

Trump mengatakan upaya pembebasan sandera yang di tahan Hamas di Gaza sedang berlangsung.

Namun Trump tidak memungkiri bahwa pembebasan sandera merupakan proses yang panjang.

Trump mengatakan, Israel sedang mengupayakan kesepakatan lain soal pembebasan sandera.

Di sisi lain Netanyahu mengatakan dirinya juga membahas rencana Trump soal masa depan Gaza.

Rencana tersebut adalah mengambil alih Gaza dengan mengusir warganya.

Yang mana rencana tersebut telah dikecam secara global karena dianggap sebagai usulan pembersihan etnis.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bertemu Netanyahu, Trump Minta Israel Segera Akhiri Perang Gaza demi Bisa 'Usir' Warga Palestina


Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Diah Putri Pamungkas
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved