Kamis, 9 April 2026

Berita Terkini

Janji Mossad Acak-acak Iran Belum Terwujud, PM Netanyahu Kini Dilanda Rasa Frustrasi

Rabu, 25 Maret 2026 10:38 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan tengah didera rasa frustrasi yang mendalam setelah rencana besar Mossad untuk memicu pemberontakan di internal Iran dinilai belum menunjukkan hasil nyata.

Netanyahu sebelumnya secara penuh mendukung strategi Mossad yang bertujuan menggerakkan massa guna meruntuhkan stabilitas pemerintahan Teheran pada fase awal perang. Namun, hingga saat ini, rencana intelijen tersebut dilaporkan masih jauh dari harapan dan target yang dijanjikan.

Berdasarkan laporan internal, Netanyahu sempat membahas rencana ini secara intensif saat berupaya meyakinkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk terlibat dalam perang melawan Iran. Ia menjanjikan adanya perubahan rezim yang cepat melalui operasi intelijen rahasia tersebut.

Kini, sejumlah pejabat intelijen baik dari Amerika Serikat maupun Israel mulai meragukan peluang keberhasilan strategi tersebut. Mereka memberikan penilaian objektif bahwa kondisi sosiopolitik di dalam negeri Iran saat ini belum siap untuk melakukan pemberontakan rakyat secara masif.

Baca: Iran Hancurkan Drone Hermes setelah Sebelumnya Tembak Jatuh Jet Siluman F-35 AS

Kekhawatiran juga muncul akibat adanya potensi penindakan yang sangat keras dari otoritas keamanan Iran terhadap para demonstran jika kerusuhan benar-benar pecah. Selain itu, peningkatan intensitas serangan militer justru dinilai memperkecil peluang terjadinya protes sipil di masyarakat.

Kepala Mossad, David Barnea, sebelumnya memprediksi bahwa kelompok oposisi di Iran dapat dengan mudah digerakkan melalui serangkaian operasi intelijen. Ia meyakini kerusuhan massal dapat dipicu untuk menjatuhkan rezim petahana dan mengakhiri peperangan dalam waktu singkat.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya, di mana pemerintah Iran dilaporkan justru semakin memperkuat posisinya secara domestik. Soliditas internal negara tersebut tampak semakin kokoh di tengah tekanan eksternal dan ancaman serangan yang terus meningkat dari pihak luar.

Para analis intelijen menyimpulkan bahwa peluang perubahan menuju pemerintahan baru yang lebih demokratis di Teheran melalui skenario Mossad saat ini dinilai sangat kecil. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi Netanyahu yang sangat mengandalkan laporan intelijen dalam mengambil kebijakan perang.

(Tribun-Video.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved