Sadis Bombardir Houthi, AS Kini Justru Peringatkan Iran Tak Tekan Tombol Nuklir, Trump Ketakutan?

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com

Video Production: Diah Putri Pamungkas

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - AS mengonfirmasi serangan ke Yaman pada Sabtu (15/3) mengakibatkan sederet pemimpin senior Houthi tewas.

Terkait ketegangan konflik tersebut, AS memperingatkan agar Iran tidak ikut campur.

Bahkan AS memperingatkan agar Teheran tak menggunakan senjata nuklir.

Dikutip dari Ynet News, penasihat keamanan nasional Donald Trump, Mike Waltz mengonfirmasi hal itu.

Baca: Donald Trump Murka Diganggu Houthi di Laut Merah, Desak Iran Setop Bantuan Militer ke Yaman

Ia mengumumkan para pejabat Houthi tewas dalam serangan di Yaman. 

Namun ia tidak menyebutkan jumlah pejabat Houthi yang tewas itu.

Sementara Mike Waltz meminta agar Iran berhenti membantu organisasi yang dinilainya teroris.

Pasalnya, dukungan Iran ke Houthi akan menganggu rute perdagangan maritim di Laut Merah dan Terusan Suez.

Baca: Rayuan Donald Trump Sukses Buat Putin Luluh, Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Sementara

Pasalnya AS bersumpah akan terus melanjutkan operasi militer ke Yaman. 

Waltz juga memperingatkan agar Iran tidak menggunakan senjata nuklirnya.

Pasalnya jika Iran membantu Houthi, maka AS tak segan-segan meluncurkan serangan ke fasilitan nuklir Teheran.

 

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di sini.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda