Sabtu, 11 April 2026

Tribunnews WIKI

Hasil Autopsi Ungkap Immawan Randi, Mahasiswa UHO Kendari Tewas Ditembak Peluru Tajam

Minggu, 29 September 2019 18:29 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Fakta baru terkait tewasnya Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari ketika melakukan unjuk rasa terungkap setelah keluarnya hasil autopsi dari RSUD Kota Kendari.

Immawan Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO Kendari itu dipastikan tewas karena tertembak peluru tajam.

Autopsi jenazah Randi dilakukan oleh gabungan dokter di RSUD Kota Kendari, Kamis (26/9/2019) malam.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/9/2019), Ketua tim dokter ahli forensik RSUD Kendari, dr. Raja Al Fatih Widya Iswara membenarkan jika Randi terkena peluru tajam bagian ketiak sebelah kiri hingga menembus dada kanannya.

"Tidak kami temukan selongsong peluru, tapi ditembak dengan senjata api. Terkena pembungkus jantung dan paru-paru sebelah kanan dan sebelah kiri, hingga mengalami pendarahan," kata Raja, di RS Bahteramas, Jumat (27/9/2019).

Baca: Duduk Perkara dan Kronologi Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas Ditembak saat Unjuk Rasa

Randi mengalami luka pada ketiak sebelah kiri dengan diameter 0,9 sentimeter dan luka dada kanan 2,1 sentimeter.

Proses autopsi berlangsung Kamis (26/9/2019) sejak pukul 22.30 WITA dan selesai pada Jumat (27/9/2019) pukul 02.30 WITA.

Randi terkena tembakan di depan BPR Bahteramas Sultra Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari atau sekitar 500 hingga 600 meter dari Gedung DPRD Sultra, pusat lokasi unjuk rasa mahasiswa.

Sebelum dipastikan meninggal dunia, Randi sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Korem Kendari pada pukul 15.30 WITA dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.44 WITA.

Polisi bantah gunakan peluru tajam

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart mengatakan polisi yang menjaga aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sultra tidak dilengkapi dengan peluru apapun.

Harry mengatakan, pasukannya hanya dilengkapi dengan tameng dan tongkat serta pengurai massa menggunakan gas air mata, water canon dan beberapa kendaraan.

Dia membantah bahwa petugas menggunakan peluru tajam saat melakukan pengamanan demo.

"Tidak ada (peluru), kami pastikan pada saat apel tidak ada satupun yang bawa peluru tajam, peluru hampa, peluru karet," ujar Harry.

(TribunnewsWIKI/Kompas/Widi Hermawan)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Hasil Autopsi Ungkap Immawan Randi, Mahasiswa UHO Kendari Tewas Ditembak Peluru Tajam

ARTIKEL POPULER:

Baca: PDIP: Usut Tuntas Tewasnya Dua Mahasiswa di Kendari

Baca: Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara

Baca: Olah TKP di Lokasi Tewasnya Mahasiswa UHO Kendari, Polisi Temukan 3 Butir Peluru Tajam di TKP

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved