Pilpres 2019
Pemandangan Sebelum dan Sesudah Massa Aksi 22 Mei Bentrok dengan Aparat
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUN-VIDEO.COM, MENTENG - Seruan dari mobil komandao agar massa membubarkan diri Bawaslu RI dengan tertib tak berjalan mulus karena massa justru melempar petasan dan batu ke arah personel Brimob yang berjaga.
Kerusuhan terjadi sekira pukul 18.30 WIB usai massa berbuka puasa dan berpamitan kepada personel Brimob yang menyambut senang kesadaran massa membubarkan diri.
Personel Brimob yang tadinya sudah melepas helm dan meletakkan tameng kembali memakai perlengkapan mereka dan bersikap siaga.
Situasi kian memburuk sekira pukul 19.30 WIB beberapa saat setelah Neno Warisman dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di hadapan massa dari atas mobil komandao.
Aparat yang tadinya hanya berjarak sekitar tujuh meter dari massa terdesak mundur karena lemparan petasan dan bom molotov.
Buruknya kondisi membuat personel Brimob yang memakai peralatan lengkap mundur hingga sekitar 200 meter dari tempat sebelumnya mereka berjaga.
Asap petasan bercampur gas air mata memaksa mereka menyelamatkan diri, sejumlah di antaranya bahkan terseok-seok memanjat Halte Transjakarta Sarinah.
Sekira pukul 20.48 WIB, puluhan personel Brimob melepaskan rentetan tembakan peringatan ke langit dan meminta massa membubarkan diri guna mencegah bertambahnya korban luka dan jiwa.
"Sebelum jatuh korban, silakan kalian pulang. Jagan mau terprovokasi, silakan pulang ke rumah. Sudah cukup, sudah cukup," kata seorang personel Polri lewat pengeras suara di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Bentrokan mulai mereda sekira pukul 22.00 WIB setelah konsentrasi massa terpecah ke arah Sabang dan Wahid Hasyim dan dikerahkannya mobil water canon guna memadamkan api.
Hingga Kamis (23/5/2019) pukul 06.00 WIB, bentrokan antara massa aksi 22 Mei dengan personel Brimob masih terjadi di Jalan Wahid Hasyim tak jauh dari kantor Bawaslu RI.
Anggi Diana Putra operator pos pompa Thamrin yang berada di lokasi saat bentrok terjadi mengatakan massa melawan aparat dengan petasan, batu, petasan, hingga bom molotov.
"Sampai dini hari tadi massa itu terus balas lempar molotov, batu, petasan dan lainnya ke arah Brimob. Enggak henti-henti dari semalam, saya yang lihat sampai capek," ujar Anggi, Kamis (23/5/2019).
Bentrok massa aksi 22 Mei dengan personel Brimob tak hanya menimbulkan korban di kedua pihak, tapi juga kerusakan dan timbunan sampah yang harus segera dibersihkan.
Pengawas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Abdul Rahman mengatakan jumlah sampah imbas bentrok Rabu (22/5/2019) lebih parah dibanding aksi pada Selasa (21/5/2019).
"Lebih parah hari ini, kemarin jumlah sampah sampai 40 ton. Kalau yang hasil semalam belum tahu pasti, tapi perkiraannya bisa 70-75 ton," tutur Abdul.
Abdul yakin jumlah sampah yang harus dibersihkan hari ini lebih banyak karena hingga pukul 06.00 WIB bentrokan masih berlangsung di Jalan Wahid Hasyim.
Lantaran terjadi kerusuhan, prosedur pembersihan tak seperti biasa karena harus mendapat izin dari aparat yang bertugas mengamankan jalannya aksi.
"Harus minta izin dulu, kalau situasinya berbahaya kan kita enggak boleh bersih-bersih dulu. Jadi sampai dinyatakan polisi aman kita enggak boleh mendekat," lanjut dia. (*)
ARTIKEL POPULER:
Baca: Lirik Lagu Ya Romdhon dan Chord Lagu Ya Romdhon (Karaoke Version)
Baca: Lirik Lagu dan Chord The Script - The Man Who Cant Be Moved (Karaoke Version)
Baca: Lirik Lagu Cinta Luar Biasa dan Chord Lagu Cinta Luar Biasa Andmesh
TONTON JUGA:
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
TRIBUNNEWS UPDATE
Salat Idul Fitri di Kantor PP Muhammadiyah Menteng: Jemaah Padati Lokasi, Khidmat Dengar Takbir
Jumat, 20 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kabar Duka! Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Jenazah Disemayamkan di Menteng Jakarta
Senin, 2 Maret 2026
Nasional
Kabar Duka, Wakil Presiden Try Sutrisno Meninggal Dunia, bakal Disemayamkan di Menteng
Senin, 2 Maret 2026
Dewan Pertahanan Nasional Kumpulkan BMKG Hingga BNPB Antisipasi Megathrust & Tsunami
Kamis, 28 Agustus 2025
Kompolnas: Handphone Arya Daru Ungkap Penyebab Kematian
Kamis, 17 Juli 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.