Kamis, 9 April 2026

Pilpres 2024

KRITIK PEDAS hingga Sindiran yang Dilontarkan Megawati untuk Penguasa, Sinyal PDIP Siap 'Perang'?

Rabu, 29 November 2023 09:24 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Sindiran hingga kritik terbuka akhirnya dilontarkan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Komentar menohok ia tujukan kepada penguasa saat ini.

Meskipun tidak disebutkan siapa penguasa yang dimaksud, sindiran itu diyakini mengarah ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berbicara dalam acara rapat koordinasi nasional (rakornas) di Hall B Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (27/11/2023) malam, Megawati mencurahkan isi hatinya kepada organ relawan Ganjar-Mahfud se-Jawa yang hadir di sana.

Megawati mengaku, saat ini dia merasa ada pihak yang tidak menghormatinya.

Padahal, secara sejarah, Megawati berkelakar, dirinya pernah menjadi panglima tertinggi di bangsa ini.

Dalam kesempatan tersebut, putri Proklamator Bung Karno ini menyentil sosok penguasa yang disebutnya seperti Orde Baru hingga soal kader yang tidak jelas bersikap.

Baca: Teriakan Megawati soal Pilpres 2024, Sentil Penguasa Bertindak Bak Masa Orde Baru, Relawan: Lawan!

Berikut poin-poin kritik terbuka Megawati kepada penguasa:

1. Minta Penguasa Insyaf

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyindir penguasa yang tidak mau mengikuti aturan pembatasan jabatan dua periode seperti semangat Reformasi 1998.

Meski demikian, presiden ke-5 RI ini juga mengingatkan kepada para relawan dan kadernya agar juga tidak melanggar aturan pembatasan jabatan itu.

Dia pun meminta pihak yang disinggung agar sadar atas segala perbuatan. Megawati kode, pihak disindirnya merupakan 'Bapak-bapak'.

2. Banteng Tak Bakal Keok

Megawati Soekarnoputri menegaskan pihaknya tidak takut bersaing terutama di Pemilu 2024.

Megawati pun mengibaratkan jika pihaknya merupakan 'Banteng' yang tidak akan mudah kalah dan menyerah dalam situasi apapun.

3. Banyak Kader PDIP Menangis

Megawati juga mengungkap banyak kader PDIP yang menangis saat datang kepadanya terkait kondisi politik yang akhir-akhir ini terjadi.

Menyikapi kondisi tersebut, Megawati meminta kepada para kadernya untuk tidak perlu menangis.

Kata dia, kondisi tersebut wajar terlebih pada masa pemilu seperti saat ini.

Terhadap hal tersebut, Megawati lantas mengingatkan kepada seluruh organ relawan yang hadir untuk senantiasa mengedepankan asas demokrasi.

Kata dia, hanya pemilu yang dilakukan secara demokratis yang dapat melahirkan bangsa yang berdaulat.

Baca: Istana Negara Jawab Kritikan Megawati soal Penguasa saat Ini Seperti Zaman Orba: Cerminan Demokrasi

4. Megawati merasa tak lagi dihormati

Megawati juga menyoroti pengorbanan dalam sejarah Republik Indonesia.

Megawati juga menyatakan ketidakpuasannya karena merasa tidak lagi dihormati sebagai Presiden RI kelima dan Ketua Umum PDIP.

Dalam konteks politik, Megawati menyatakan kesiapannya untuk bersaing secara jujur dan sehat pada Pemilu 2024.

Megawati juga mengajak relawan Ganjar-Mahfud untuk bersatu melawan ketidakadilan pada Pilpres 2024. Dengan semangat perjuangan, ia berharap dapat memenangkan Ganjar-Mahfud dalam satu putaran.

5. Sebut penguasa bertindak seperti di era Orde Baru

Tanpa menyebut siapa yang ia maksud, Megawati menyinggung sosok penguasa yang hendak bertindak seperti di era Orde Baru.

Menurut Megawati, negara Indonesia dibangun dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.

Namun, kini justru diciderai dengan penguasa yang hendak bertindak dengan cara Orde Baru.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Poin Penting Kritik Pedas Megawati ke Penguasa, Sinyal PDIP Siap 'Perang Terbuka' dengan Jokowi?

# KRITIK PEDAS # Sindiran # Megawati # Megawati Soekarnoputri # Penguasa # PDIP # Perang # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved