Kamis, 23 April 2026

Mata Lokal Memilih

Teriakan Megawati soal Pilpres 2024, Sentil Penguasa Bertindak Bak Masa Orde Baru, Relawan: Lawan!

Selasa, 28 November 2023 18:29 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekesalannya di hadapan ribuan relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD se-Pulau Jawa di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (27/11/2023).

Megawati menyampaikan sejumlah pernyataaan politik terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Megawati menyampaikan pidato saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Relawan Ganjar-Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati menyentil sosok penguasa yang disebutnya seperti Orde Baru hingga soal kader yang tidak jelas bersikap.

Megawati menyoroti sejumlah isu-isu politik yang terjadi jelang Pilpres 2024.

Dengan suara lantangnya, Presiden RI kelima itu pun menyinggung terkait penguasa yang bertindak seperti rezim Orde Baru.

"Mestinya Ibu enggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu sudah jengkel, tahu enggak? Kenapa, republik ini penuh pengorbanan, tahu tidak? Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti waktu zaman Orde Baru?" kata Megawati.

Pernyataan Megawati tersebut disambut sorak-sorai dari ribuan relawan pendukung Ganjar-Mahfud yang mengikuti pidato tersebut.

Banyak pula dari mereka yang berdiri dari kursi lalu meneriakkan kata "lawan" dengan berulang-ulang.

Sorak-sorai para relawan itu pun direspons Megawati dengan meneriakkan seruan untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud dalam satu putaran.

"Benar tidak, benar tidak? Merdeka, merdeka, merdeka! Menang kita Ganjar-Mahfud satu putaran!" teriak Megawati.

Pernyataan emosional itu, Megawati ungkapkan setelah ia menyinggung aksi-aksi intimidatif yang dilakukan sejumlah pihak menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Bayangin, mengintimidasi, dia itu siapa sih? Kalau dia berani, loh kenapa saya enggak boleh. Kamu mesti lihat perundangannya, kamu sebagai apa, bolehkah kamu menekan rakyat?" Kata Megawati.

Megawati pun mempertanyakan dasar intimidasi yang dilakukan.

Lantaran menurut Megawati tidak boleh ada pihak-pihak yang bisa memerintah rakyat tanpa melalui peraturan perundang-undangan.

Megawati lantas mengaku jengkel karena, menurutnya, praktik intimidasi tersebut seolah-olah ingin mengulangi apa yang pernah terjadi pada masa Orde Baru.

Megawati lalu bercerita mengenai pengalamannya yang berkali-kali diinterogasi oleh aparat kepolisian dan kejaksaan semasa pemerintahan Presiden kedua RI, Soeharto.

Ia menegaskan, masa-masa seperti itu tidak boleh terulang lagi dan meminta agar perbuatan intimidatif harus segera dihentikan.

"Eh, jangan deh sekarang mulai lagi selagi saya masih hidup lho. Sudah, berhenti deh bapak bapak yang saya sindiri ini, insaf!" kata Megawati.

Meski demikian, Megawati mengajak semua pendukung Ganjar-Mahfud agar tidak gentar untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud.

Ia mengingatkan bahwa aparat-aparat yang menghalangi pun sesungguhnya adalah rakyat Indonesia juga.

"Kita jalan terus kampanye, kita siap kalau ada yang dicurangi. Kalau tidak boleh umpamanya lapangannya, kalau itu namanya kultur Orde Baru yang ibu alami pada waktu dulu," ujar Megawati.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Deretan Pernyataan Megawati: Sentil soal Penguasa Bertindak Mirip Orba hingga Kader yang Menangis

Host: Yustina Kartika
VP: Yohanes Anton

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved