Sabtu, 16 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Militer Ukraina Bunuh Warga Izyum dengan Bom Cluster sejak 2022, Human Right Watch Beberkan Bukti

Rabu, 6 September 2023 07:23 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Militer Ukraina terbukti melakukan pembunuhan terhadap warga sipil menggunakan bom cluster.

Mereka yang menjadi korban adalah penduduk Izyum, yang tinggal timur Ukraina.

Laporan tersebut disampaikan Human Right Watch (HRW) kepada Ria Novosti, Selasa (5/9).

Lembaga tersebut telah mengirim peneliti ke Ukraina untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang.

Hasilnya ditemukan sisa-sisa bekas ledakan bom cluster.

Direktur Advokasi Divisi Senjata Human Right Watch, Mary Wareham menyebut, ledakan itu terjadi pada 2022.

Pihaknya telah mengantongi bukti bahwa korban ledakan adalah warga sipil.

Baca: Jenderal Rusia Penulis Kitab Perang Keluarkan Peringatan: Konflik Nuklir di Ukraina Pasti Terjadi

Baca: Tak Main-main! Ukraina Habiskan Rp 1,5 Triliun Per Hari untuk Danai Perang Lawan Rusia

Namun, Wareham tidak menyebutkan apakah bom cluster itu berasal dari Amerika Serikat (AS).

"Mereka (peneliti) melihat sisa-sisa bom cluster di mana-mana," kata Wareham, dikutip dari SputnikGlobe, Selasa (5/9).

Ukraina memang mendapat suplai bom terlarang itu dari Pentagon.

Namun pengiriman secara resmi baru dilakukan pada Juli 2023.

Dikatakan terlarang karena bom cluster telah dilarang oleh lebih dari 123 negara.

Bom ini bekerja dengan melepaskan sejumlah bom kecil yang dapat membunuh siapa saja di area luas.

Apabila gagal meledak, ancaman bom cluster masih tetap ada hingga beberapa dekade mendatang.

(Tribun-Video.com)

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Ukraina   #TRIBUNNEWS UPDATE

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved