Viral
Pekerjaan Ayah Siswi Pontianak Koreksi Juri LCC MPR, Bukan Orang Sembarangan
TRIBUN-VIDEO.COM - Terungkap sudah profesi ayah Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang dicurangi dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Rupanya ayah Josepha memiliki jabatan mentereng.
Josepha karib disapa Ocha, menjadi perbincangan karena keberaniannya menyuarakan protes terhadap juri yang menyalahkan jawabannya.
Ocha sudah menjawab dengan benar namun dinilai salah oleh juri.
Tapi ketika kelompok lain yang menjawab sama persis dengan Ocha, justru dinilai benar.
Tindakan tersebut membuat banyak sekali masyarakat menaruh simpati pada Ocha.
Termasuk orang tuanya, Andre Kuncoro.
"Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran," kata Andre.
Baca: SMAN 1 Sambas Tolak Tanding Ulang Final LCC Kalbar, Rilis 8 Poin Pernyataan Sikap di Instagram
Menurutnya menang atau kalah dalam lomba merupakan bonus, terpenting anaknya mampu melewati semua prosesnya.
"Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya," katanya.
Ia berharap tindakan Ocha dapat menginspirasi untuk berani menyiarakan keadilan.
"Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga," katanya.
Siapa Andre Kuncoro ?
Andre tinggal di Putussibau, Kalimantan Barat.
Dia bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian Lembaga Gemawan.
Dilihat dari akun Facebooknya, Andre pernah bekerja di :
PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2007
Koordinator TPP Kapuas Hulu P3MD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi tahun 2021
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa PDT dan Tranmigrasi tahun 2021
Staf Ahli Pertania Lembaga Gemawan.
Andre menceritakan sosok Ocha sebagai pribadi yang getol sekali belajar.
"Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar," katanya.
Menurutnya Ocha sering kali belajar sampai larut malam.
Baca: SMAN 1 Pontianak Minta Maaf Atas Kegaduhan, Tolak Rematch LCC, Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional
Sang ibu bahkan selalu mengingatkan untuk istirahat.
"Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur," katanya.
Sebagai orang tua, Andre mengaku beberapa kali mencoba mengajak Ocha bersantai atau bermain bersama teman-temannya.
Namun ajakan itu sering ditolak karena dianggap membuang waktu.
"Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu," katanya.
Selain aktif belajar mandiri, Ocha juga mengikuti bimbingan belajar beberapa kali dalam sepekan.
Di luar kegiatan sekolah, ia turut aktif dalam kegiatan sosial bersama anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.
Andre menyebut, putrinya kerap membantu membina anak-anak kecil melalui kegiatan mewarnai, melukis, hingga mengajarkan sejumlah mata pelajaran pada hari libur.
“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkapnya.
Menurut Andre, kebiasaan belajar Ocha yang begitu intens terkadang membuat keluarga khawatir.
Meski demikian, ia melihat putrinya memang menikmati dunia belajar sebagai hobinya.
“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Profesi Ayah Josepha Alexandra Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi MPR di LCC, Ternyata Staf Ahli
# cerdas cermat # Josepha Alexandra # MPR RI # lcc # empat pilar
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews Bogor
Tribunnews Update
SMAN 1 Sambas Tolak Tanding Ulang Final LCC Kalbar, Rilis 8 Poin Pernyataan Sikap di Instagram
10 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.