Selasa, 21 April 2026

Terkini Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir Telepon Dirut Pertamina, Minta Usut Kebakaran Depo Plumpang

Sabtu, 4 Maret 2023 10:49 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri BUMN Erick Thohir menelepon Dirut Pertamina soal kasus kebakaran Depo Plumpang, Jumat (3/3/2023).

Ia meminta PT Pertamina (Persero) bertindak cepat dalam mengatasi peristiwa terbakarnya pipa bensin di depo tersebut.

Terkait peristiwa kebakaran itu, Erick langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk mendapatkan update terkini di lokasi kejadian.

"Saya sudah telepon Dirut Pertamina. Yang terpenting saat ini bagaimana Pertamina bersama sejumlah pihak segera bisa memadamkan api dan menyelamatkan korban serta warga sekitar," ujar Erick pada Jumat (3/3/2023).

Erick mendapatkan laporan jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu, dan dia menyampaikan kesedihan mendalam kepada keluarga korban.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kita semua sedih mendapatkan musibah ini,” ujar Erick.

Dia juga meminta Pertamina mengusut tuntas peristiwa itu dan berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan tindakan tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian.

Erick mengatakan aksi tindakan yang cepat menjadi keharusan dalam memimalisir dampak peristiwa tersebut, terutama untuk masyarakat sekitar.

"Segera monitor area di sekitar lokasi, segera ambil tindakan evakuasi warga yang berada di dekat lokasi tersebut. Utamakan keselamatan masyarakat dan para pekerja di sana," ucap Erick.

Dia menegaskan peristiwa ini akan menjadi catatan penting bagi dirinya dalam mengevaluasi operasional Pertamina.

Baca: Penyebab Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Renggut Banyak Nyawa, Lokasinya Dekat dengan Permukiman

Baca: Telan Belasan Korban Jiwa dalam Insiden Kebakaran Depo BBM, Erick Thohir Minta Pertamina Usut Tuntas

Erick menilai evaluasi menjadi keharusan agar peristiwa seperti tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

"Sekarang fokus kita adalah segera melakukan penanganan korban, dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Soal evaluasi, itu pasti akan dilakukan setelah nanti ada investigasi mendalam terkait kejadian ini," kata Erick

Enam jam dilahap api, kebakaran Depo Plumpang milik Pertamina, 17 orang meninggal.

Hampir 6 jam lamanya proses pemadaman api kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara dan permukiman warga dilakukan petugas.

Diketahui, kebakaran terjadi, Jumat (3/3/2023) sekira pukul 20.00 WIB.

Hingga Sabtu (4/3/2022) dini hari petugas masih memadamkan api di rumah-rumah warga yang terbakar

Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara Rahmat Kristantio mengatakan, hingga pukul 24.00 WIB, api yang berkobar di area Depo Pertamina Plumpang sudah padam total.

Namun, di area permukiman masih ada penyalaan yang butuh dipadamkan.

"Pertamina Plumpang-nya sudah padam, tinggal pendinginan, jadi istilahnya untuk Pertamina sudah aman," kata Rahmat di lokasi.

"Yang masih menyala ada di permukiman Tanah Merah Bawah, tapi sekarang masih dalam penanganan dan sekarang sudah mulai reda," sambungnya.

Titik awal api berasal dari area Depo Pertamina Plumpang dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Dari depo, api merembet ke permukiman warga yang hanya dibatasi tembok.

Selain pemadaman, petugas juga masih memfokuskan proses penanganan terkait evakuasi korban.

"Selain pemadaman kita juga pencarian korban karena hampir semua korban dari pemukiman," kata Rahmat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 639 jiwa mengungsi imbas kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Rabu (3/3/2023) malam.

Mereka tersebar di 8 titik di antaranya kantor PMI Jakarta Utara sebanyak 132 jiwa, Masjid As Sholihin 63 jiwa, kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan 52 jiwa, gedung Golkar Walang 258 Jiwa, kantor Sudinakertrans dan energi Jakarta Utara 74 jiwa, Masjid Al Muhajirin 60 jiwa, RPTRA Rasella jumlah masih dalam pendataan, dan Stadion Rawa Badak jumlah dalam pendataan.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta mencatat 17 orang tewas dalam peristiwa kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Selain korban tewas, BPBD DKI Jakarta juga mencatat 49 orang mengalami luka berat dan dua mengalmi luka sedang kibat peristiwa tersebut.

Kesaksian Warga
Warga memberikan kesaksian sebelum kebakaran terjadi di Depo Pertamina Plumpang Koja, Jakarta Utara.

Diketahui petugas Pemadam Kebakaran (damkar) menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 20.05 WIB.

Warga elihat ada beberapa kali sambaran petir di area kebakaran Depo Pertamina Plumpang pada Jumat (3/3/2023) malam.

Petir muncul saat hujan deras mengguyur kawasan Koja dan sekitarnya sekira pukul 20.15 WIB.

Jonathan (18), seorang warga di lokasi kejadian mengatakan, dirinya melihat petir menyambar Depo Pertamina.

"Jadi tadi ada hujan deras kan, terus ada petir yang menyambar ke area depo Pertamina," kata Jonathan kepada TribunJakarta.com di lokasi.

Jonathan menuturkan, setelah petir menyambar pipa Pertamina diduga sempat mengalami kebocoran.

Bahan bakar minyak yang ada di dalamnya lantas tumpah dan berceceran.

"Kemudian ada petir lagi menyambar langsung kebakaran itu area Pertamina," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sudah 17 Meninggal, Erick Thohir Telepon Dirut Pertamina, Minta Usut Kebakaran Depo Plumpang

# kebakaran # Erick Thohir # Pertamina # Plumpang

Editor: Restu Riyawan
Video Production: Arie Setyaga Handika
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #kebakaran   #Erick Thohir   #Pertamina   #Plumpang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved