Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona

Waspada Virus Varian Omicron Sudah Ditemukan di 24 Negara, Simak Gejala-gejala yang Diderita Pasien

Jumat, 3 Desember 2021 12:45 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA- Saat ini virus varian Covid-19 yaitu Omicron menjadi fokus beberapa negara.

Beberapa negara bahkan telah dikonfirmasi 'kedatangan' virus varian baru tersebut.

Peraturan mulai diperketat seperti penutupan pintu masuk di masing-masing negara.

Apa lagi Omicron kini telah melintasi antar benua.

Lantas apakah varian Omicron berpotensi ditemukan di Indonesia?

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman mengungkapkan jika suatu penyakit tidak langsung muncul begitu saja.

"Ketika suatu penyakit ditemukan, bukan berarti pada hari itu juga penyakit tersebut lahir.

Ya bisa terlahir dua minggu atau tiga minggu sebelumnya," ungkapnya pada Tribunnews, Kamis (2/12/2021).

Baca: Perketat Bandara Soekarna-Hatta Guna Mencegah Varian Baru Covid-19 Omicron ke Indonesia

Artinya, kata Dicky, ketika tidak menerapkan isolasi, tidak menutup pintu masuk dan tidak menetapkan scanning yang kuat, kemungkinan ada potensi Omicron masuk ke Indonesia.

Apa lagi jika masa karantina yang tidak terjaga minimal tujuh hari.

Indonesia memiliki jalur penerbangan dengan Afrika.

Walau pun mungkin tidak secara langsung, tapi bisa terhubung dari negara lain.

Misalnya pelancong dari Afrika Selatan berhenti ke negara lain kemudian melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia memiliki pintu masuk yang punya perbatasan luas.

"Walau sudah ada peningkatan di 0,6 persen sekuens per 100 kasus terkonfirmasi tapi tetap belum memadai.

Setidaknya yang kita tekankan minimal 1 persen lah gak usah seperti negara maju di atas 10 persen," kata Dicky lagi.

Dengan adanya peningkatan, maka negara akan punya kapasitas dalam mengidentifikasi varian yang muncul.

"Ini masalah waktu. Jadi jangan kaget. Apa pun variannya virus sama. Tapi ini lebih cepat menular.

Respon sama. Ya tingkatkan kualitas dan kuantitas, 5 M dan vaksinasi dan konsisten," kata Dicky lagi.

Belum ada gejala yang tidak biasa telah dilaporkan sejauh ini terkait dengan Omicron.

Faktanya, salah satu dokter yang menemukannya telah dilaporkan mengatakan bahwa gejala yang mereka saksikan 'sangat ringan'.

Baca: Arab Saudi Mengonfirmasi Adanya Varian Omicron di Negaranya, Jemaah Umrah Indonesia Dibolehkan Masuk

Mengutip dari NDTV, berikut ini gejala Covid-19 varian Omicron.

1. Kelelahan

Pasien yang terinfeksi virus ini menunjukkan kelelahan yang luar biasa.

Ini tidak terbatas pada semua kelompok umur.

Pasien muda juga menunjukkan kelelahan yang luar biasa, menurut Angelique Coetzee, ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan.

2. Tidak ada penurunan besar dalam tingkat saturasi oksigen.

Penurunan drastis tingkat saturasi oksigen terlihat di antara pasien selama gelombang kedua pandemi di India.

3. Tidak kehilangan rasa atau bau

Pasien yang terinfeksi Omicron tidak melaporkan kehilangan rasa atau bau, yang merupakan gejala yang diketahui pada pasien yang terinfeksi varian virus corona lain.

4. Tenggorokan gatal

Pasien varian Omicron mengeluhkan tenggorokan gatal.

5. Gejala ringan

Sebagian besar pasien strain Omicron telah pulih tanpa rawat inap, kata dokter Coetzee. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Varian Omicron Sudah Ditemukan Pada 24 Negara, Apa Gejalanya?

Sumber: TribunJakarta

Tags
   #virus corona   #Covid-19   #Omicron   #Indonesia   #Afrika Selatan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved