LIVE UPDATE
Iran Bantah Proposalnya Berisi "Tuntutan Berlebihan", Teheran: Dunia Tidak Boleh Didominasi Sepihak
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Teheran membantah proposalnya berisi tuntutan berlebihan kepada Amerika Serikat.
Iran menilai justru Washington lah yang membuat tuntutan tidak masuk akal.
Pernyataan itu disampaikan Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei pada Senin (11/5/2026).
Esmail Baghaei menegaskan Iran hanya meminta hak sah negaranya dihormati.
Menurutnya, seluruh langkah Iran berfokus pada kepentingan nasional.
Ia memastikan Teheran akan bertindak sesuai kebutuhan di lapangan.
Iran juga menolak dominasi sepihak dalam hubungan internasional.
Baghaei menuduh Amerika merusak kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia menyebut dunia tak boleh dikendalikan satu kekuatan saja.
Pernyataan itu muncul seusai Iran mengirim proposal kepada Washington.
Proposal Iran berisi usulan untuk mengakhiri perang yang berlangsung.
Namun proposal itu langsung ditolak Presiden Amerika Serikat,Donald Trump.
Trump menyebut proposal Iran sama sekali tidak dapat diterima.
Ia juga mengaku sedang mempertimbangkan kembali Freedom Initiative.
Meski begitu, Trump tidak menjelaskan detail keberatannya.
Konflik kedua negara terus berkembang sejak akhir Februari lalu.
Amerika dan Iran sempat terlibat operasi militer besar di kawasan.
Iran kemudian mengonfirmasi kematian pemimpin tertingginya, Ali Khamenei.
Posisinya kini diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Di tengah konflik, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel.
Beberapa negara Teluk juga ikut terdampak ketegangan tersebut.
Pada awal April, Trump sempat mengumumkan gencatan senjata sementara.
Langkah itu diambil demi membuka jalur negosiasi dengan Teheran.
Masa gencatan lalu diperpanjang sambil menunggu proposal Iran.
Namun hingga kini, belum ada kesepakatan yang benar-benar tercapai.
Perundingan pertama digelar di Islamabad pada 11 April lalu.
Sayangnya, pertemuan itu belum menghasilkan titik temu.
Putaran kedua negosiasi juga belum berhasil dilaksanakan.
Di tengah kebuntuan diplomasi, situasi Selat Hormuz makin tegang.
Iran mulai membatasi lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Sementara Angkatan Laut AS masih mempertahankan blokade pelabuhan Iran.
Kondisi itu terus memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dunia.
==============
Reporter: Yustina Kartika Gati
Videografer: Reka Alfa
Video Production: Rifqi Khusain
Sumber: Sumber Lain
Internasional
Prancis Klarifikasi soal Pengerahan Kapal perang ke Hormuz: Bukan Sikap Ofensif
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Trump Murka ke Teheran, Klaim Gencatan Senjata Mulai 'Sekarat': Proposal Sampah
9 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.