viral
Kisah Pelantikan Guru SD akan Jadi Kepala Sekolah tapi Sekolahnya Tidak Ada
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah kisah yang menceritakan pelantikan guru di Minahasa Utara menjadi kepala sekolah, viral di media sosial.
Pasalnya, usai pelantikan ternyata sekolah tempat RDBA bertugas tak ada.
Dilansir dari Kompas.com, hal itu diungkapkan oleh anak kandung RDBA, Azam Alfarizi Wonggo, di akun Instagram @azamwonggo.
"Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara. Sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua Desa Warukapas," tulis Azam Alfarizi Wonggo.
Baca: Pihak Keluarga Merasa Diremehkan, Tak Terima Guru SD Dilantik Jadi Kepsek tapi Sekolahnya Tak Ada
Baca: Viral di Medsos Cerita Guru SD Dilantik Jadi Kepsek di Minahasa Utara, tetapi Sekolahnya Tak Ada
Baca: Fakta Viral Ibu Temani Anak Tes SKD CPNS di Banda Aceh yang Tempuh 200 Km Naik Motor, Ini Kisahnya
Saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Azam membenarkan bahwa postingan itu adalah miliknya.
Menurut Azam, setelah kejadian itu sang ibu dan keluarga protes.
Pihak keluarga mencoba mencari penjelasan dari pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara Olfy Kalengkongan menjelaskan, pelantikan RDBA benar adanya.
Namun, soal status sekolah tempat bertugas RDBA, Olfy mengaku masih melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
"Barusan berkoordinasi dengan BKPP. Akan ditelaah dan direvisi," singkatnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu siang.
Sementara itu, menurut Azam, ibunya sempat mengonfirmasi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minahasa Utara.
Namun, RDBA mengaku menerima jawaban yang mengejutkan.
BKD mengaku juga baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya.
Baca: Viral Video Warga Lamongan Distop Lalu Divaksin di Pinggir Jalan Desa, Berikut Penjelasan Pemkab
Akibatnya, RGBA harus menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya.
Azam membenarkan, dirinya memposting peristiwa yang dialami ibu kandungya itu di akun Instagramnya, @azamwonggo.
Hal itu, menurut Azam, sebagai langkah untuk membantu ibunya mendapatkan keadilan.
"Kami keluarga menuntut keadilan, karena menurut kami ini adalah suatu penghinaan kepada seorang guru dan kami meminta kepada pemerintah untuk segera memproses pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini," ujar Azam dalam postingannya.
Menurutnya, sang ibu sudah berjuang dan mengabdikan sebagian besar hidupnya di dunia pendidikan.
Lalu, syarat sebagai kepala sekolah pun sudah dipenuhi ibunya. Di akun Instagramnya, Azam bahkan mengunggah suasana pelantikan ibunya itu. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Guru SD Dilantik Jadi Kepsek Tapi Sekolahnya Tak Ada, Begini Kronologi Kejadiannya
Sumber: TribunSolo.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.