Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Pihak Keluarga Merasa Diremehkan, Tak Terima Guru SD Dilantik Jadi Kepsek tapi Sekolahnya Tak Ada

Kamis, 30 September 2021 17:52 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kisah RDBA, salah satu guru di Minahasa Utara yang dilantik menjadi kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kecil Warukapas, menjadi sorotan.

Pasalnya, usai pelantikan ternyata sekolah tempat RDBA bertugas tak ada. Hal itu diungkapkan oleh anak kandung RDBA, Azam Alfarizi Wonggo, di akun Instagram @azamwonggo.

"Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara. Sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua Desa Warukapas," tulis Azam Alfarizi Wonggo.

Saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Azam membenarkan bahwa postingan itu adalah miliknya.

Baca: Oknum Guru SD Pria di Wonogiri Cabuli 6 Murid Laki-laki, Modusnya Pijat untuk Tambah Tinggi Badan

Menurut Azam, setelah kejadian itu sang ibu dan keluarga protes. Pihak keluarga mencoba mencari penjelasan dari pihak terkait.

Tanggapan Dinas Pendidikan Minahasa Utara Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara Olfy Kalengkongan menjelaskan, pelantikan RDBA benar adanya.

Namun, soal status sekolah tempat bertugas RDBA, Olfy mengaku masih melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

"Barusan berkoordinasi dengan BKPP. Akan ditelaah dan direvisi," singkatnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu siang.

Sementara itu, menurut Azam, ibunya sempat mengonfirmasi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minahasa Utara.

Baca: Sembunyi Bareng Anak Punk, Buronan Usia 16 Tahun Pembunuh Guru SD di Toba Diringkus Polisi

Baca: Remaja 15 Tahun Pembunuh Guru SD di Toba Masih Buron, Polisi Selidiki Adanya Motif Lain

Namun, RDBA mengaku menerima jawaban yang mengejutkan. BKD mengaku juga baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaannya. Akibatnya, RGBA harus menunggu 2-3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya.  

Puluhan tahun mengabdi Azam membenarkan, dirinya memposting peristiwa yang dialami ibu kandungya itu di akun Instagramnya, @azamwonggo.

Hal itu, menurut Azam, sebagai langkah untuk membantu ibunya mendapatkan keadilan.

"Kami keluarga menuntut keadilan, karena menurut kami ini adalah suatu penghinaan kepada seorang guru dan kami meminta kepada pemerintah untuk segera memproses pihak-pihak yang terkait dengan kejadian ini," ujar Azam dalam postingannya.

Menurutnya, sang ibu sudah berjuang dan mengabdikan sebagian besar hidupnya di dunia pendidikan. Lalu, syarat sebagai kepala sekolah pun sudah dipenuhi ibunya.

Di akun Instagramnya, Azam bahkan mengunggah suasana pelantikan ibunya itu. "Berbicara tentang syarat dan tanggung jawab, ibu saya sudah memenuhi syarat, ibu saya sudah berbakti selama 35 tahun dan lulusan Sarjana Golongan IV.

Dan selalu mengajar di kelas enam selama 30 tahun lamanya, dan lima tahun di kelas satu," sebutnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Cerita Guru SD Dilantik Jadi Kepsek, tetapi Sekolahnya Tak Ada, Ini Penjelasan Diknas"

Editor: Bintang Nur Rahman
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved