Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Negara Qatar dan Mesir memuji keputusan Hamas membebaskan tawanan berkewarganegaraan AS-Israel, Edan Alexander.
Dalam pernyataan bersama, keduanya menilai langkah itu sebagai isyarat niat baik dan sinyal positif menuju gencatan senjata.
Pasalnya, pembebasan ini diharapkan mendorong kembali perundingan gencatan senjata dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Lantas, Qatar dan Mesir menegaskan komitmen mereka untuk terus menjadi mediator bersama Amerika Serikat.
Baca: Rangkuman Perang Israel-Hamas: Gaza Hancur & Warga Menderita, Iran-Pejuang Palestina Habisi Zionis
Baca: Hamas dan Iran Bersatu Melawan Pasukan IDF di Gaza, Fokus Pembelaan Rakyat Palestina yang Tertekan
Hamas sebelumnya menyatakan siap membebaskan Alexander dan mengaku telah berdialog langsung dengan AS.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi pembebasan Edan Alexander.
Trump menyebut Alexander sebagai tentara muda berusia 21 tahun yang ditawan Hamas akan segera dibebaskan.
Ia pun mengapresiasi peran Qatar dan Mesir dalam proses pembebasan tersebut.
Bahkan Trump berharap langkah ini menjadi awal dari berakhirnya konflik di Gaza.
Perlu diketahui, informasi ini disampaikan jelang lawatan resmi Donald Trump ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Qatar dan Mesir Puji Keputusan Hamas Bebaskan Tawanan AS-Israel: Isyarat Niat Baik Berdamai
# Qatar # Mesir # Hamas # sandera # Edan Alexander
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.