Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengklaim Rumah Sakit kewalahan menangani korban gempa Myanmar.
WHO menyebut dalam peristiwa jutaan orang memerlukan layanan kesehatan dan perawatan medis.
Dikutip dari Tribunnews.com, kebutuhan disebut masih sangat terbatas mulai dari perawatan trauma dan bedah, obat-obatan, air bersih hingga sanitasi.
Menyingkapi hal ini WHO kini sedang mempersiapkan pengiriman kedua yang terdiri dari Peralatan Kesehatan Darurat untuk perawatan puluhan ribu orang selama tiga bulan.
Baca: Jilat Ludah Sendiri, Junta Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara akibat Gempa dan Agenda Hlaing
WHO memberikan dukungan operasional kepada tim tanggap cepat yang ditempatkan di rumah sakit di daerah yang terkena dampak.
Tak hanya itu WHO dan mitra juga melakukan persiapan untuk memberikan survei mengenai kebutuhan cepat guna agar dapat lebih memahami apa yang dibutuhkan.
Sementara itu dari jumlah kematian, luka hingga kerusakan di sejumlah fasilitas kesehatan belum sepenuhnya tertangani.
Dari informasi menyebut korban terbanyak kemungkinan di daerah perkotaan pusat gempa bumi terjadi.
Tak hanya itu situasi di Myanmar disebut kian mengkhawatirkan mengingat permintaan yang besar terhadap pelayanan kesehatan.
Perlu diketahui dalam hal ini WHO telah mengirimkan 3 ton bantuan medis ke sejumlah rumah sakit di kota yang terkena bencana gempa bumi Myanmar.
Bantuan itu berupa peralatan trauma dan tenda serbaguna hingga 1.000 tempat tidur.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban Gempa Myanmar, 12,9 Juta Orang Perlu Layanan Kesehatan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.