Terkini Daerah
Kebakaran Pasar Baru Bekasi Diduga Korsleting Listrik Kios yang Berada di Lantai Basemant
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUN-VIDEO.COM - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi menduga, kebakaran yang terjadi di Pasar Baru, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi berasal dari korsleting listrik salah satu kios yang ada di lantai basement.
"Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korselting listrik," kata Kasi Rencana operasi pemadaman dan penyelamatan Damkar Kota Bekasi, Yana Rohyana.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, saat kebakaran terjadi, mayoritas kios sudah tutup sehingga pedagang yang biasa melakukan aktivitas usaha sudah meningalkan pasar dalam keadaan tertutup.
"Tidak ada korban luka-luka atau korban jiwa dalam kejadian ini, api baru bisa dipadamkan pukul 03.20 WIB dari pertama infomasi kebakaran pukul 19.42 WIB, pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 19.50 WIB," paparnya.
Pedagang Rugi Ratusan Juta
Sejumlah pedagang Pasar Baru Bekasi Bekasi mengalami kerugian yang cukup besar mencapai ratusan juta pasca-kebakaran yang terjadi pada Jumat malam, (13/9/2019). Sebagian besar pedagang tidak sempat menyelamatkan barang daganga lantaran kebakaran terjadi saat toko tutup.
Zulfian (53) pedagang Pasar Baru Bekasi yang menjadi korban kebakaran mengatakan, semua barang dagangannya ludes terbakar. Hanya ada sisa-sisa yang kondisinya sudah tidak layak jual.
"Habis semua, karena kejadian malem saya udah tutup, udah sampai rumah baru tahu kabar langsung kesini lagi buat selamatin barang udah enggak bisa," kata Zulfian, Sabtu (14/9/2019).
Pedagang pakaian bayi ini memiliki dua petak kios, keduanya berada di blok D, satu dari tiga blok yang terbakar. Dua blok lainnya yakni, blok C dan blok B ludes dilahap si jago merah.
Zulfian mengaku baru saja belanja stok dagangan, semuanya diletakkan di dialam kios yang hangus terbakar. Jumlah kerugian yang ia taksir mencapai Rp 250 juta untuk keseluruhan kios dagangannya.
"Saya udah 4 tahun jualan di sini (Pasar Baru Bekasi), baru banget belanja semua abis kebakar, cuma sisa-sisa aja paling udah enggak bisa dijual, kalau dijual juga paling harus dipilihin lagi," ujar dia.
Sampai saat ini dia masih bingung harus melakukan apa, sumber mata pencahariannya telah hangus terbakar. Dia mengaku saat kejadian sudah berada di rumah daerah Tambun Bekasi.
"Tutup jam 6 sore kemarin, sampai saya pergi itu enggak ada apa-apa, enggak curiga, lampu listrik udah saya matikan semua," jelas dia.
Hal yang sama dirasakan Hamzah (45), pedagang souvenir yang memiliki kios di blok D ini mengaku mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp 40 juta. Ia memiliki satu unit kios, barang-barang daganganya sebagian masih bisa diselematkan saat kebakaran melada.
"Semalem pas dikabarin ada kebakaran saya langsung ke sini, saya sempet keluarin barang-barang masih bisa diselamatkan dijual lagi," paparnya.
Dia berharap ada ganti rugi dari pengelola pasar atas kejadian ini. Sebab, untuk memulihkan perekonomian pedagang tidak cukup hanya mengandalkan barang-barang sisa yang ada.
"Harus dibantu, karena ekonominya namanya orang dagang ada yang lancar ada yang enggak," jelas dia.
Dinas Perdagangan Bakal Megupayakan Relokasi
Kebakaran yang melanda tiga blok kios Pasar Baru Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi mengakibatkan sedikitnya 64 unit kios ludes lihap si jago merah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Kariman mengatakan, pihaknya bakal mengupayakan relokasi pedagang korban kebaran agar, roda perekonomian tetap berjalan.
"Kami mengupayakan untuk relokasi sesegera mungkin, karena biar bagaimanapun pedagang harus tetap berjalan usahanya," kata Kariman dalam keterangan persnya, Sabtu (14/9/2019).
Dijaga Ketat Agar Tak Terjadi Penjarahan atau Pencurian
Pasca-kebakaran, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Kariman, memastikan, peningkatan pengamanan juga diilakukan di Pasar Baru Bekasi. Hal ini untuk mengantisipasi adanya tindakan penjarahan dari oknum yang memanfaatkan situasi.
"Pengamanan lokasi akan ditingkatkan melalui kerja sama penjagaan oleh Unit Pasar, pengelola dan Rukun Warga Pasar (RWP) serta pengamanan oleh Perangkat Daerah terkait untuk mencegah aksi penjarahan atau pencurian oleh pihak yang tidak bertanggung jawa," tegas dia. (*)
ARTIKEL POPULER:
Baca: Gudang Amunisi Brimob di Srondol Meledak, Kapolda Jateng: Meledak, Tidak Didahului Kebakaran
Baca: Kebakaran Hutan di Gunung Andong, Jalur Pendakian Tetap Dibuka
Baca: Riau Dikepung Asap Pekat, Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan
TONTON JUGA:
Sumber: TribunJakarta
Live Update
Kebakaran di Warung Soto Lamongan Samarinda, 2 Karyawan Jadi Korban Luka Bakar
Kamis, 28 Agustus 2025
Live Update
Warung Kopi di Kota Serang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok
Minggu, 27 Juli 2025
Live Update
Dapur Warung di Wisata Noyo Gimbal Blora Dilanda Insiden Kebakaran, Pemilik Boncos hingga Rp50 Juta
Rabu, 30 April 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.