Mancanegara
Israel Kian Panik! AS dan Iran Mau Damai, Tel Aviv Takut Teheran Makin Kuat usai Perang
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah pejabat senior Israel mulai menunjukkan kekhawatiran serius terhadap rencana kesepakatan damai yang tengah disusun antara Amerika Serikat dan Iran.
Mereka menilai perjanjian tersebut justru berpotensi memperkuat posisi Teheran di kawasan Timur Tengah setelah konflik berkepanjangan yang selama ini melemahkan ekonomi dan pengaruh Iran.
Kekhawatiran itu muncul setelah berbagai laporan menyebut Washington dan Teheran semakin dekat mencapai nota kesepahaman baru untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur diplomasi antara kedua negara.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).
Trump mengatakan perjanjian itu akan menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan kawasan dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama konflik berlangsung menjadi pusat krisis jalur distribusi energi dunia.
Namun bagi Israel, perkembangan tersebut tidak sepenuhnya dianggap sebagai kabar baik.
Pemerintah Israel menilai perdamaian tanpa pembatasan ketat terhadap program nuklir Iran, sistem rudal balistik, dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah justru dapat menciptakan ancaman baru dalam jangka panjang.
Israel Nilai Kesepakatan Bisa Membahayakan Keamanan
Para pejabat dan pakar keamanan Israel yang selama puluhan tahun menangani isu Iran menilai isi nota kesepahaman tersebut berpotensi membahayakan kepentingan keamanan Israel di masa mendatang.
Baca: Alat Pelacak Ditemukan di Mobil Eks Ketua BEM UGM, PDIP Minta Polisi Usut Tuntas!
Baca: Mangkrak! Ribuan Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Hasil Korupsi Cuma Jadi Pajangan di Gudang Sentul
Mereka khawatir kesepakatan itu akan memberikan ruang bagi Iran untuk kembali memperkuat pengaruh ekonomi, politik, dan militernya setelah perang mereda.
Menurut para pejabat Israel, dampak paling cepat dari perjanjian tersebut adalah dibukanya kembali Selat Hormuz yang akan membuat aktivitas perdagangan minyak dan gas Iran kembali normal.
Kondisi itu dinilai dapat membantu pemulihan ekonomi Iran sekaligus memperkuat stabilitas pemerintahan Teheran yang selama konflik menghadapi tekanan besar dari dalam maupun luar negeri.
Israel juga menilai pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali meningkat, termasuk hubungan Teheran dengan kelompok-kelompok sekutunya di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.
Selain itu, para pejabat Israel khawatir kesepakatan damai tersebut justru menjadi pukulan bagi kelompok oposisi dan masyarakat Iran yang selama ini menentang pemerintahan Teheran.
“Yang akan terjadi adalah terbukanya Selat Hormuz, bangkitnya kembali rezim, dan tamparan keras bagi rakyat Iran,” ujar seorang pejabat Israel.
Kekhawatiran Israel semakin besar karena sejumlah isu yang selama ini menjadi fokus utama keamanan Tel Aviv disebut belum terselesaikan dalam rancangan kesepakatan tersebut.
Program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok proksi dinilai belum masuk secara jelas dalam poin-poin utama perjanjian.
Situasi itu membuat Israel memandang langkah diplomasi Washington terhadap Teheran sebagai kebijakan yang terlalu longgar dan berpotensi mengurangi tekanan internasional terhadap Iran.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Panik AS-Iran Mau Damai, Khawatir Teheran Makin Kuat usai Perang
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Tuduhan Transfer Dana ke Iran Memanas, Pemerintah UEA Bantah dan Tegaskan Isu Tidak Benar
8 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Ketakutan Israel jika AS Capai Deal dengan Iran, Takut Teheran Makin Perkasa dan Banjir Keuntungan
10 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Warga Iran Protes Kesepakatan Damai AS, IDF Dipukul Mundur Hizbullah
12 jam lalu
Mancanegara
Hizbullah Gempur Markas Israel di Lebanon, Roket Bertubi-tubi, Pasukan IDF Dipaksa Mundur
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.