Senin, 15 Juni 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Prabowo Dorong Perampingan 1.000 BUMN Jadi 200300 Perusahaan, COO Danantara Pastikan Tanpa PHK

Minggu, 14 Juni 2026 11:32 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah melalui Danantara dilaporkan tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Yaitu dengan rencana perampingan jumlah perusahaan dari sebelumnya 1.077 entitas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan saja.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN.

Buntut, selama ini dinilai terlalu gemuk dan banyak yang merugi.

Ia menegaskan bahwa proses konsolidasi tersebut tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap para karyawan BUMN.

Baca: Sidang Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN Berlanjut, Muncul Dugaan Korban Masih Hidup saat Dibuang

Dony menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar transformasi besar di tubuh BUMN tidak merugikan pekerja.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujar Dony dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dikutip Minggu (14/6/2026).

Menurut Dony, seluruh pegawai akan tetap dipertahankan dan dialihkan ke perusahaan hasil konsolidasi yang terbentuk dari proses perampingan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa proses streamlining BUMN ditargetkan rampung pada 2026.

Dengan tujuan mengurangi jumlah perusahaan yang tidak efisien serta kerap mengalami kerugian.

Baca: Majelis Etik Ombudsman Ungkap Dugaan Hery Susanto Minta Dana hingga Peras BUMN dalam Kasus Etik

Dari total 1.077 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 52 persen di antaranya tercatat merugi dengan total kerugian mencapai Rp 20 triliun.

Meski begitu, Danantara telah melakukan perhitungan bahwa opsi tanpa PHK justru masih lebih efisien secara keuangan dibandingkan dengan beban operasional yang ada.

Dony mengungkapkan, biaya tenaga kerja dari perusahaan yang akan dikonsolidasikan hanya sekitar Rp 2–3 triliun per tahun.

“Jadi saya berpikir, kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp 47 triliun,” kata Dony.

(Tribun-Video.com)

Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Thalia AshrizarDhanessa
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Prabowo   #BUMN   #COO   #PHK   #Danantara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved