Jumat, 5 Juni 2026

Nasional

Terkuak! Tenda Glamping Tempat Sekeluarga Tewas Ternyata Tanpa Ventilasi, Diduga Gas Terperangkap

Senin, 1 Juni 2026 12:39 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tewasnya satu keluarga di kawasan wisata glamping di Temanggung, Jawa Tengah.

Keluarga Ali Munawar (52) asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di sebuah tenda di Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026).

Ali ditemukan tewas di dalam tenda bersama istrinya bernama Magfiroh Alvira (43), serta dua anaknya yakni Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Penyebab keempat korban meninggal masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah.

Namun, polisi membuka dua kemungkinan kuat yakni paparan gas beracun atau keracunan makanan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, menyebut prosesnya kini telah memasuki tahap pemeriksaan mendalam setelah dilakukan autopsi terhadap korban.

“Sudah dilakukan autopsi terhadap empat korban. Penyidik masih menunggu hasil Labfor,” ujarnya di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026), dilansir TribunJateng.com.

Dari hasil pendalaman di TKP, polisi menemukan bahwa kamar atau tenda glamping tempat korban menginap memiliki kondisi yang tertutup.

Kondisi itu menjadi perhatian penyidik, karena secara teoritis dapat menyebabkan akumulasi gas berbahaya di dalam ruangan jika terjadi kebocoran atau pembakaran tidak sempurna.

“Tidak ada ventilasi,” ungkap Anwar.

Baca: Akal Licik EKS Caleg Cabuli Kakek 64 Tahun, Dijebak & Direkam di Hotel: Modus Foto Telanjang AI

Baca: Rangkuman AS-Iran: Iran Buka 50 Pintu Rudal Jumbo di 18 Fasilitas Bawah Tanah, Trump Kalah Jumlah

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah gas karbon monoksida (CO) atau sianida (CN) yang menjadi penyebab kematian.

“Itu masih harus dipastikan, apakah dari CO atau CN,” jelasnya.

Kemudian, sejumlah barang bukti telah diamankan dari TKP, termasuk sisa makanan barbeque, tabung gas portable, peralatan memasak, dan sampel bahan makanan mentah.

Semua barang tersebut kini tengah diperiksa di Labfor untuk uji toksikologi dan kimia.

“Kendalanya hanya menunggu waktu. Karena ada tahapan pemeriksaan di Labfor yang harus dilakukan secara hati-hati,” jelas Anwar.

Penyebab Tak Semua Korban Diautopsi
Pihak kepolisian sebenarnya mengusulkan agar seluruh korban dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.

Namun, keluarga korban hanya mengizinkan satu orang untuk diautopsi, yakni Alfino Evan Hakiki.

“Yang diautopsi AEH (Alfino Evan Hakiki). Permintaan kami autopsi seluruhnya (semua korban), namun pihak keluarga merasa keberatan,” ujar Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, dikutip dari TribunJateng.com.

Menurutnya, pemilihan Alfino didasarkan pada kondisi kesehatannya yang dinilai baik semasa hidup.

“Kebetulan (Alfino) merupakan atlet,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda lain yang mengarah pada kekerasan atau penyebab eksternal lainnya.

Komang menyebutkan tidak ditemukan bekas muntahan baik di dalam maupun di luar tenda.

Hal ini membuat fokus penyelidikan mengarah pada kemungkinan keracunan, baik dari makanan maupun gas.

“Satreskrim masih melaksanakan penyelidikan dan pendalaman. Untuk saksi masih diperiksa,” papar Komang.

Barang Berharga Masih Utuh

Adik Magfiroh Alvira, Robachul Muslim (40), mengungkapkan barang berharga milik keluarga Ali semuanya masih utuh.

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik senjata tajam maupun tumpul, di tubuh keempat korban.

"Ponsel, kamera, perhiasan, dan mobil semua masih ada," ujarnya di rumah duka, Jumat (29/5/2026), dilansir Kompas.com.

Muslim juga menyampaikan keluarga besarnya, terutama Ali, memiliki kebiasaan memasak barbeque sebagai tanda kebersamaan.

Apalagi Ali pernah bekerja di Korea, sehingga memiliki keahlian memasak barbeque.

"Bahkan peralatan dan perlengkapan masaknya komplit, mulai dari kompor dan yang lainnya itu punya," ungkapnya.

Kondisi Tenda Rapi

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, mengatakan keluarga tersebut tiba di kawasan wisata alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 21.05 WIB menggunakan mobil Honda Jazz RS berwarna putih bernomor polisi H-1609-PT.

Mereka kemudian diantar petugas menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB untuk bermalam.

Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu petugas glamping sempat mengantarkan sarapan ke tenda korban.

"Namun tidak ada jawaban dari dalam tenda. Kemudian, sekira pukul 11.30, saski datang kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check out dan menyapa dari luar namun tidak ada jawaban," kata Mahendra dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026), seperti diberitakan TribunJateng.com.

Karena merasa curiga, sekitar pukul 15.45 WIB, petugas akhirnya membuka tenda tersebut.

Saat itulah, keempat penghuni tenda ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Hasil pemeriksaan unit inavis dan tim medis dari Puskesmas Kledung, kondisi camping atau tenda rapi, keempat jenazah tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, kondisi keempat tangan jenazah menggenggam," terangnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin/Val/Msi) (Kompas.com/Dian Ade Permana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul TKP Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung Tertutup Tanpa Ventilasi, Gas Disebut Bisa Terperangkap

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Glamping   #ventilasi   #Temanggung   #korban

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved