Local Experience
Misteri Alas Krendowahono: Lokasi Pertemuan Rahasia Diponegoro dan PB-VI hingga Kisah Betari Durga
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Banyak yang percaya, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih dilindungi kekuatan gaib.
Kanjeng Ratu Bathari Durga (Bathari Kalayuwati) dipercaya menjadi sosok penjaga Keraton Kasunanan Surakarta dari di sisi utara.
Situs Alas Krendowahono bahkan menjadi jujugan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai tempat ritual.
Keraton Solo, tiap tahun rutin menggelar upacara Sesaji Mahesa Lawung di wilayah Krendowahono.
Kain kafan putih menjadi penutup kepala kerbau, empat kaki, dan jerohannya.
Prosesi rutin tahunan ini memiliki upacara inti, yakni penanaman kepala kerbau.
Ritual kuno yang konon sudah ada sejak era Mataram Hindu, digelar setiap bulan bakda Mulud pada hari Senin atau Kamis menurut perhitungan kalender Jawa.
Kepala kerbau ditanam di pepohonan Alas Krendowahono.
Seperti semua ritual dalam tradisi Jawa, Wilujengan Nagari Mahesa Lawung juga sarat simbolisme.
Hingga saat ini, Alas Krendowahono disakralkan pihak keraton.
Masih dianggap angker dan keramat.
Ada pula sendang (sumur) Sihna dan Batu Gilang Selakandha Waru Binangun.
Kedua-keduanya diyakini tempat keramat dan angker.
Sendang Sihna, dulu tempat pesiraman (mandi) dari Sri Susuhunan Pakoe Boewana VI sampai Pakoe Boewana X, ketika sedang berada di Alas Krendowahono.
Di tempat inilah Pangeran Bangun Tapa (Pakoe Boewana VI) pernah mendapatkan wahyu.
Karena kekeramatan sendang Sihna ini, sampai sekarang banyak didatangi orang dari berbagai pelosok daerah untuk mengambil airnya.
Ada kepercayaan yang berkembang, air sendang Sihna itu bisa digunakan penawar berbagai jenis penyakit.
Selain itu, dipercaya bisa membuat awet muda.
Tentang sendang Sihna yang sampai sekarang masih dikeramatkan itu, tempat itu sudah tersirat dalam Serat Sudamala.
Begitu juga dengan Batu Gilang Selakandha Waru Binangun, yang letaknya hanya 15 meter dari sendang Sihna.
Di tempat ini banyak orang melakukan berbagai panuwunan (permintaan).
Batu gilang itu semula digunakan oleh Pakoe Boewana VI, Pangeran Diponegoro, dan RT Prawiro Digdoyo (Bupati Gagatan).
Juga para senapati perang melakukan pertemuan rahasia untuk mengatur siasat atau strategi menghadapi penjajah Belanda.
Karena selalu diikuti mata-mata Belanda, akhirnya Pakoe Boewana VI mengelabuhi dengan alasan berburu di Alas Krendowahono.
Tentang Batu Gilang Selakandha Waru Binangun, dulunya letak batu itu memang tinggi.
Namun setelah batu itu dibuatkan pagar oleh R.Ay Sumirah dari Trah Kedung Gubah tahun 1978, maka letak batu gilang itu ambles.
Sekarang nyaris rata dengan tanah dan posisinya miring.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Asal-usul Alas Krendowahono di Karanganyar, Punya Kaitan Spiritual dengan Keraton Surakarta
Program: Local Experience
Editor: Faiz Fadhilah
#localexperience #misteri #alaskrendowahono #keratonsolo #budaya #jawatengah #indonesia #hutan #angker
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Prabowo Beri Satu Sapi Kurban Premium untuk Masjid Agung Keraton Solo, Tiba H-1 Idul Adha
4 hari lalu
Nasional
CERITA Tukang Ojek di Wonogiri, sempat Antar Ashari ke Petilasan Tapi Tak Dibayar
Minggu, 10 Mei 2026
Terkini Daerah
Kiai Ashari Ganti Nama Jadi Samsuri saat Kabur: Warga Sekitar Petilasan Sudah Curiga dari Awal
Sabtu, 9 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.