Mancanegara
Detik-detik Mencekam! Jet Rusia Nyaris Tabrak Pesawat Mata-mata Inggris, RAF Hampir Celaka
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Insiden menegangkan terjadi di atas Laut Hitam setelah jet tempur Rusia dilaporkan nyaris bertabrakan dengan pesawat pengintai milik Inggris. Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran baru terkait eskalasi militer di kawasan tersebut.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut melibatkan pesawat mata-mata RAF Rivet Joint yang tengah menjalankan misi pengawasan rutin di wilayah udara internasional.
Menurut laporan yang dikutip dari The Guardian pada Rabu (20/5/2026), jet tempur Rusia jenis Sukhoi Su-27 terbang sangat dekat, bahkan hanya berjarak sekitar enam meter dari pesawat Inggris.
Tak hanya sekali, jet tersebut disebut melakukan hingga enam kali manuver rendah dan melintas tepat di depan pesawat RAF, menciptakan situasi yang dinilai sangat berbahaya.
Pesawat Inggris yang terlibat adalah Boeing RC-135 Rivet Joint, sebuah pesawat pengintai tanpa senjata yang digunakan untuk mengumpulkan intelijen elektronik dalam misi NATO.
Baca: Trump Bersumpah Ambil Uranium Iran, Siap Lakukan dengan Cara Apapun agar Teheran Tak Punya Nuklir
Manuver Berbahaya Picu Ketegangan
Pihak Inggris menilai tindakan pilot Rusia tersebut tidak profesional dan berisiko tinggi memicu insiden serius, bahkan krisis diplomatik antarnegara.
Tak berhenti di situ, laporan juga mengungkap adanya insiden kedua yang terjadi pada pertengahan April 2026.
Dalam kejadian tersebut, jet tempur Rusia jenis Sukhoi Su-35 dilaporkan terbang sangat dekat dengan pesawat Inggris hingga memicu sistem darurat.
Akibat manuver ekstrem itu, sistem autopilot pesawat RAF sempat terganggu dan nonaktif untuk sementara waktu—sebuah kondisi yang sangat berisiko dalam penerbangan militer.
Healey menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan perilaku yang “berbahaya dan tidak dapat diterima”.
Baca: Peran Rusia-China Terbongkar! Iran Pulih Kilat, Produksi Drone Dikebut saat Gencatan Senjata
Ketegangan Lama Kembali Memanas
Pesawat Rivet Joint sendiri diketahui memiliki kemampuan canggih dalam melakukan pengawasan elektronik hingga radius sekitar 150 mil, menjadikannya aset penting dalam operasi intelijen NATO.
Insiden terbaru ini disebut sebagai salah satu aksi paling berbahaya yang melibatkan Rusia terhadap pesawat Inggris sejak peristiwa penembakan rudal di Laut Hitam pada tahun 2022.
Selain itu, Inggris juga melaporkan peningkatan aktivitas militer Rusia di wilayah lain. Tiga kapal selam Rusia terdeteksi berada di sekitar infrastruktur bawah laut di Atlantik Utara—area yang sangat vital bagi komunikasi dan energi global.
Inggris Tegaskan Sikap
Menanggapi rangkaian insiden tersebut, Healey menegaskan bahwa Inggris tetap berkomitmen penuh dalam menjaga keamanan dan mendukung aliansi NATO.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus menghadapi segala bentuk ancaman dan agresi, termasuk dari Rusia, demi menjaga stabilitas kawasan internasional.
Situasi ini pun menjadi peringatan serius bagi dunia bahwa ketegangan militer di kawasan Eropa Timur dan sekitarnya masih jauh dari kata reda.
(*)
# Rusia # Tabrak # Pesawat # Inggris # RAF # Celaka #
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
SAMA TAPI TAK SERUPA! Perbedaan Sambutan Xi Jinping ke Trump dan Putin Jadi Perbincangan Panas
Jumat, 22 Mei 2026
Mancanegara
Peran Rusia-China Terbongkar! Iran Pulih Kilat, Produksi Drone Dikebut saat Gencatan Senjata
Jumat, 22 Mei 2026
Konflik Timur Tengah
AS Klaim Iran Pulih Cepat Berkat Dukungan Rusia-China, Kebut Produksi Drone saat Gencatan Senjata
Jumat, 22 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Peran Rusia-China, Bantu Iran Pulih Lebih Cepat, Kebut Produksi Drone saat Gencatan Senjata
Kamis, 21 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.