Viral
Terbongkar! Ashari Ternyata Cuma Dukun Cabul yang Menyamar jadi Kiai, Buka Praktik Ritual Pengobatan
TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Ashari, tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sempat buron dan ditangkap polisi di Kabupaten Wonogiri pada Kamis (7/5/2026), muncul fakta baru bahwa Ashari disebut bukan seorang kiai maupun pengasuh pesantren sebagaimana selama ini dikenal masyarakat.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, mengatakan Ashari sebenarnya merupakan seorang tabib atau dukun yang membuka praktik ritual pengobatan.
“Dia itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun. Ini yang perlu kita klarifikasi,” kata Rozin, Jumat (8/5/2026).
Menurut Rozin, Ashari memiliki banyak klien dari berbagai kalangan yang datang untuk meminta doa maupun menjalani ritual pengobatan.
Hal itu disebut membuat pelaku merasa memiliki pengaruh besar dan sulit tersentuh hukum.
Baca: Berakhir di Wonogiri, Ashari Tersangka Cabul Pati Sempat Berbelit dan Tak Mengaku Kiai
Rozin juga menegaskan bahwa Ponpes Ndholo Kusumo bukan bagian dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), lembaga yang menaungi pesantren-pesantren di bawah NU.
“Pesantren itu bukan anggota RMI NU. Ini penting agar publik tidak menggeneralisasi seluruh pesantren akibat kasus individu ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lembaga yang didirikan Ashari awalnya merupakan rumah yatim piatu sebelum kemudian berubah menjadi sekolah atau pesantren. PWNU pun mempertanyakan proses perizinan lembaga tersebut.
Sementara itu, polisi mengungkap Ashari sempat berpindah-pindah lokasi selama pelarian, mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta hingga akhirnya ditangkap di Wonogiri.
Baca: Kisah H Ayah Korban Kiai Ashari di Pati, Berkeliling Cari Bukti demi Selamatkan Anak-anak Lain
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengatakan tersangka kerap mendatangi lokasi-lokasi bernuansa spiritual seperti petilasan dan makam keramat.
“Setiap tempat yang didatangi, kami selalu mendapatkan petunjuk terkait ciri-ciri tersangka,” ujarnya.
Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang membantu pelarian Ashari.
Di sisi lain, salah satu orang tua korban mengungkap modus yang digunakan tersangka terhadap para santriwati. Korban disebut didoktrin agar selalu menuruti perintah pelaku.
“Katanya apa yang dilakukan kiai itu harus dituruti. Kalau melawan guru berarti melawan Tuhan,” ungkap ayah korban berinisial H.
Menurutnya, para korban juga ditakut-takuti bahwa ilmu mereka tidak akan berkah apabila tidak mematuhi pelaku. Akibat doktrin tersebut, banyak korban memilih diam selama bertahun-tahun.
Kasus dugaan pencabulan ini sebelumnya telah dilaporkan sejak tahun 2024, namun proses hukumnya baru kembali menjadi perhatian setelah viral di media sosial.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ashari Jadi Tersangka Pencabulan di Ponpes Pati, PWNU Jateng: Dia Bukan Kiai, tapi Dukun!
# pati # Pondok Pesantren Ndholo Kusumo # kiai cabul # ashari
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Cak Imin Murka Soroti Kiai Cabuli 50 Santriwati di Pati, Siapkan Aduan Kekerasan di Ponpes
9 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.