Kamis, 30 April 2026

Nasional

Isak Tangis Keluarga Warnai Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Selasa, 28 April 2026 12:38 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tangis keluarga korban kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line pecah saat menyambangi Posko Pengaduan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Pantauan Tribunnews.com, tampak dua perempuan dan dua laki-laki menangis.

Mereka mendapatkan pendampingan dari Polwan yang berjaga.

Sejumlah keluarga lainnya masih melapor ke Posko Pengaduan untuk mencari tahu kepastian keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan itu.

Saat ini tim dari Basarnas masih melakukan proses evakuasi.

Petugas menghadapi kendala karena sejumlah korban terjepit di dalam gerbong sehingga diperlukan pemotongan badan kereta oleh tim Basarnas.

Kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Baca: Ikut Berduka! Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Baca: Rekaman Situasi Dalam Gerbong Perempuan KRL saat Kecelakaan KA Argo Bromo, Tangis Rintih Kesakitan


Mayoritas perempuan
Hingga pagi ini sebanyak 7 orang meninggal dan 81 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan hingga saat ini masih ada tiga korban yang terjepit material kereta dan menunggu proses ekstrikasi.

“Kami mengucapkan duka cita. Kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus karena terjadi impact yang menyebabkan lokomotif menyatu dengan satu gerbong wanita,” kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) pagi.

Ia menjelaskan proses evakuasi melibatkan personel dengan kemampuan khusus.

Ekstrikasi merupakan teknik penyelamatan dengan metode cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) untuk memisahkan tubuh korban dari jepitan logam.

Adapun seluruh korban terjepit dalam gerbong KRL adalah perempuan.

"Korban dalam penanganan medis, ketika mereka merasakan sakit yang berlebihan diberikan penanganan medis, karena kaki terjepit," imbuhnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isak Tangis Keluarga Warnai Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Isak Tangis   #kecelakaan   #Bekasi   #kereta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved