Tribunnews Update
Eks Pejabat Libya Minta Iran Jangan Percaya Rencana Perdamaian AS, Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang mantan pejabat Libya memberi pesan kepada Iran jelang pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan.
Ia meminta agar Teheran tidak mengulangi kesalahan Libya yang mempercayai AS.
Baca: Tiba di Islamabad, Iran Tuntut AS Penuhi Prasyarat Teheran sebelum Pembicaraan Perdamaian
Pejabat tersebut adalah Moussa Ibrahim, mantan anggota kabinet di bawah pemimpin Libya, Muammar Gaddafi.
Gaddafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.
Dalam wawancara bersama Russia Today (RT) pada Jumat (10/4/2026), Ibrahim menyampaikan pandangan terkait gencatan senjata AS-Iran.
Baca: Gencatan Senjata Semu! Hujan Rudal Masih Melanda Timur Tengah Meski Amerika dan Iran Sepakat Damai
Menurutnya, kedua pihak datang ke meja perundingan dengan gagasan yang berbeda.
Ibrahim menyebut, Iran dengan tulus mencari solusi untuk penyelesaian konflik demi terciptanya perdamaian.
Sementara AS melakukan negosiasi dengan harapan menemukan cara untuk mempertahankan konflik.
Baca: Aktivis Rayakan Gencatan Senjata AS-Iran, Klaim Teheran Menang dalam Aksi Damai dan Dukungan Global
"Saya percaya Iran tulus dalam upaya mereka untuk menemukan solusi… Bagi Amerika, ini bukanlah diplomasi perdamaian atau penyelesaian konflik, melainkan pengendalian eskalasi," kata Ibrahim.
Ibrahim lantas meminta Iran untuk sangat berhati-hati dan tidak mempercayai rencana perdamaian AS selama pembicaraan di Pakistan.
Ia menyebut Libya sebagai negara Afrika yang sangat kuat dan stabil.
Namun, Libya harus membayar harga mahal karena terlalu percaya bisa membangun hubungan baik dengan AS. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Russia Today (RT) dengan judul, Iran tidak boleh mengulangi kesalahan Libya yang mempercayai AS – mantan menteri Gaddafi (VIDEO)
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Sumber Lain
Konflik Timur Tengah
Negosiasi 21 Jam Berakhir Nihil, Iran Mengadu ke Putin, Sebut AS Terlalu Paksakan Kehendak
Selasa, 28 April 2026
Mancanegara
Menlu Iran Blak-blakan, Ini Alasan Temui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow
Selasa, 28 April 2026
Berita Terkini
Hizbullah Gunakan Drone FPV Incar Tank Merkava dan Buldoser Militer Israel di Lebanon Selatan
Selasa, 28 April 2026
Konflik Timur Tengah
Strategi Negosiasi Iran Dianggap Cemerlang, Kanselir Jerman: AS Dipermalukan Teheran
Selasa, 28 April 2026
Konflik Timur Tengah
Tepi Barat Memanas, Pemukim Israel Bakar Sejumlah Bangunan hingga Fasilitas Medis
Selasa, 28 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.