LIVE UPDATE
Donald Trump Tetap Optimis Kesepakatan Damai akan Tercapai meski Geram Sebut Iran Tidak Terhormat
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Gencatan senjata mulai goyah antara Amerika Serikat dan Iran kembali menunjukkan tanda-tanda ketegangan pada Jumat (10/4/2026).
Situasi ini terjadi sehari sebelum delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu di Pakistan untuk melakukan pembicaraan.
Presiden AS Donald Trump menuduh Teheran melanggar komitmen terkait Selat Hormuz.
Ia juga menyoroti serangan Israel ke Lebanon yang disebut Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Trump menyampaikan kritik tersebut melalui unggahan media sosial pada Kamis (9/4) malam.
Ia menilai Iran tidak menjalankan kesepakatan dalam membuka jalur Selat Hormuz.
Menurutnya, kesepakatan yang dibuat tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dengan mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki! Presiden DONALD J. TRUMP", tulisnya di Truth Social.
Baca: Gencatan Senjata Gagal! Trump Tuduh Iran Berkhianat Sebab Tarik Biaya Kripto Ilegal di Selat Hormuz
Di sisi lain, belum terlihat tanda Iran akan mencabut blokade di Selat Hormuz.
Blokade tersebut telah menyebabkan gangguan besar terhadap pasokan energi global.
Iran justru menilai serangan Israel di Lebanon sebagai faktor utama penghambat kesepakatan.
Serangan tersebut bahkan disebut sebagai yang terberat sejak konflik berlangsung.
Dalam 24 jam pertama setelah gencatan senjata diumumkan, aktivitas pelayaran masih sangat terbatas.
Hanya satu kapal tanker minyak dan lima kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz.
Padahal sebelumnya jalur ini dilalui sekitar 140 kapal setiap hari.
Meski situasi tegang, Trump mengaku tetap optimistis kesepakatan damai bisa tercapai.
Ia menyebut peluang perdamaian sudah semakin di depan mata.
Baca: Kagum! Dubes Iran Puji Dukungan Warga Indonesia Pasang Gambar Ali Khamenei di Belakang Truk
Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menuju Pakistan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Trump juga menilai sikap para pemimpin Iran berbeda antara di pernyataan publik dan saat perundingan.
Ia menganggap Iran lebih rasional ketika berada dalam forum negosiasi.
Sementara itu, Trump mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga peluang keberhasilan diplomasi.
Namun Netanyahu menegaskan tidak ada gencatan senjata di Lebanon.
Ia menyatakan Israel akan tetap melanjutkan serangan terhadap Hizbullah.
Israel kemudian melancarkan serangan baru ke sejumlah target di Lebanon.
Sebagai balasan, Hizbullah dilaporkan menembakkan roket ke wilayah utara Israel. (*)
Artikel ini telah tayang di The Guardian dengan judul, Middle East crisis live: Trump casts doubt on Iran war ceasefire over continued closure of strait of Hormuz
Program: Live Update
Host: Isti Ira Kartika Sari
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana
#viory #DonaldTrump #AmerikaSerikat #Iran #Geopolitik #TimurTengah #DamaiItuIndah #InfoInternasional #GedungPutih #PolitikDunia #April2026 #USANews #breakingnewsinkannada
Reporter: Isti Ira Kartika Sari
Videografer: Rifqi Khusain
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain
Berita Terkini
Syarat AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Dilarang Bawa Orang-orang Berhubungan dengan IRGC
9 jam lalu
Berita Terkini
Kesiapan Perang AS Dipertanyakan seusai Konflik dengan Iran, Ribuan Rudal Tomahawk Telah Digunakan
9 jam lalu
Internasional
Terkubur 1 Bulan! Bom Penghancur Bunker AS Gagal Meledak, Akhirnya Dijinakkan Iran
14 jam lalu
Internasional
TRUMP KLAIM KUASAI SELAT HORMUZ! Mengancam Iran Akan Kehilangan $500 Juta per Hari
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
China Bantah Keras Tuduhan Trump soal Kapal Kargo Iran Bawa 'Kado Rahasia': Tudingan Tak Berdasar
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.