Rabu, 20 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Trump Percaya Diri Klaim Pembukaan Kembali Selat Hormuz Atas Dukungan Global

Sabtu, 11 April 2026 17:44 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali "dalam waktu dekat".

Sebab, blokade efektif Iran terhadap jalur air tersebut terus mengganggu pasokan energi global.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Jumat (10/4/2026), menjelang pembicaraan damai antara pejabat AS dan Iran di Pakistan.

Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan memimpin negosiasi di Islamabad, Pakistan.

Negosiasi ini bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen.

Baca: Trump vs Mojtaba Saling Gertak Soal Hormuz: Iran Waspadai Strategi Dua Muka Amerika Serikat


AS dan Iran telah menyampaikan pesan yang saling bertentangan mengenai syarat-syarat yang disepakati untuk negosiasi.

Termasuk isi dari rencana 10 poin yang diajukan oleh Teheran.

Dirinya mengatakan AS akan "membuka Teluk" dan bahwa negara-negara lain siap untuk "membantu".

Trump mengatakan bahwa ia tidak akan menerima pemberlakuan sistem pungutan tol de facto oleh Iran di selat tersebut.

Memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir adalah prioritas dalam perjanjian apa pun.

Meskipun gencatan senjata telah disampaikan pada Selasa (7/4/2026), pengiriman di Selat Hormuz tetap terhenti.

Alhasil mengganggu sekitar seperlima dari aliran minyak dan gas alam global.

Baca: AMBISI TRUMP! Sangat Yakin Blokade Selat Hormuz Segera Dibuka dan AS Siap Gandeng Negara Lain

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan perdamaian di Pakistan.

Kedua pihak tampaknya masih memiliki perbedaan pendapat yang jauh mengenai tuntutan utama dan saling tidakpercaya.

Delegasi Iran beranggotakan lebih dari 70 orang dan dipimpin oleh ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf tiba pertama kali di Islamabad.

Di pihak AS hadir Wakil Presiden J.D. Vance, yang memimpin delegasi AS, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff.

AS juga bersikap waspada dalam komentarnya kepada wartawan sebelum meninggalkan Washington.

(Tribun-Video.com)

Editor: Agilio OktoViasta
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved