Selasa, 12 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Trump vs Mojtaba Saling Gertak Soal Hormuz: Iran Waspadai Strategi 'Dua Muka' Amerika Serikat

Sabtu, 11 April 2026 17:42 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Diprediksi perundingan damai tersebut akan berjalan sangat alot.

Kedua belah pihak telah mengirimkan delegasi tingkat tinggi masing-masing.

Namun kedua kubu menyimpan kecurigaan dan ketidakpercayaan, khususnya Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Teheran datang dengan niat baik dan siap untuk mencapai kesepakatan.

Baca: AMBISI TRUMP! Sangat Yakin Blokade Selat Hormuz Segera Dibuka dan AS Siap Gandeng Negara Lain

Namun, ia memberikan catatan mengenai rekam jejak diplomasi Amerika.

Dianggapnya diplomasi AS sering kali berakhir dengan pengkhianatan.

Ia memperingatkan Washington untuk tidak menjadikan perundingan ini sebagai "operasi tipu daya".

Jika itu terjadi Iran siap menempuh jalur lain untuk mempertahankan hak nasionalnya.

Salah satu titik krusial dalam perundingan ini adalah perbedaan pandangan yang tajam mengenai Selat Hormuz.

Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini menjadi ajang "adu urat saraf".

Antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Baca: 70 Delegasi Senior Iran Datang ke Pakistan Demi Negosiasi dengan AS soal Gencatan Senjata & Hormuz

Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.

Iran menuntut ganti rugi penuh atas kerusakan perang, biaya pemulihan korban luka, hingga uang darah (diyat) bagi para martir.

Di sisi lain, Donald Trump menunjukkan sikap keras kepala yang serupa.

Trump menyatakan tidak akan membiarkan Iran menarik biaya masuk di Selat Hormuz.

Meski mengakui perundingan ini tidak akan mudah, Trump tetap percaya diri soal selat tersebut.

Baca: Iran Disebut Terkendala Buka Selat Hormuz, Terlanjur Tebar Ranjau Kini Tak Tahu Lokasi Pastinya

Dirinya berasumsi bahwa Hormuz akan terbuka secara otomatis demi kepentingan ekonomi semua pihak tanpa perlu rencana cadangan.

(Tribun-Video.com)

Editor: Agilio OktoViasta
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved