TRIBUNNEWS UPDATE
Trump vs Mojtaba Saling Gertak Soal Hormuz: Iran Waspadai Strategi 'Dua Muka' Amerika Serikat
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Diprediksi perundingan damai tersebut akan berjalan sangat alot.
Kedua belah pihak telah mengirimkan delegasi tingkat tinggi masing-masing.
Namun kedua kubu menyimpan kecurigaan dan ketidakpercayaan, khususnya Iran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Teheran datang dengan niat baik dan siap untuk mencapai kesepakatan.
Baca: AMBISI TRUMP! Sangat Yakin Blokade Selat Hormuz Segera Dibuka dan AS Siap Gandeng Negara Lain
Namun, ia memberikan catatan mengenai rekam jejak diplomasi Amerika.
Dianggapnya diplomasi AS sering kali berakhir dengan pengkhianatan.
Ia memperingatkan Washington untuk tidak menjadikan perundingan ini sebagai "operasi tipu daya".
Jika itu terjadi Iran siap menempuh jalur lain untuk mempertahankan hak nasionalnya.
Salah satu titik krusial dalam perundingan ini adalah perbedaan pandangan yang tajam mengenai Selat Hormuz.
Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini menjadi ajang "adu urat saraf".
Antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Baca: 70 Delegasi Senior Iran Datang ke Pakistan Demi Negosiasi dengan AS soal Gencatan Senjata & Hormuz
Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru.
Iran menuntut ganti rugi penuh atas kerusakan perang, biaya pemulihan korban luka, hingga uang darah (diyat) bagi para martir.
Di sisi lain, Donald Trump menunjukkan sikap keras kepala yang serupa.
Trump menyatakan tidak akan membiarkan Iran menarik biaya masuk di Selat Hormuz.
Meski mengakui perundingan ini tidak akan mudah, Trump tetap percaya diri soal selat tersebut.
Baca: Iran Disebut Terkendala Buka Selat Hormuz, Terlanjur Tebar Ranjau Kini Tak Tahu Lokasi Pastinya
Dirinya berasumsi bahwa Hormuz akan terbuka secara otomatis demi kepentingan ekonomi semua pihak tanpa perlu rencana cadangan.
(Tribun-Video.com)
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Terus Ngotot soal Adanya Senjata Nuklir Iran pada Negosiasi, Minta Senjata Segera Dilucuti
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Terkuak Salah Satu Poin Negosiasi Iran, AS Buka Opsi Beri Dana Rekonstruksi Senilai 300 Miliar USD
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Harga Minyak Dunia Kian Melonjak Tajam, Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS Buat Panik Dunia
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Akui Ogah Buru buru soal Negosiasi tapi Optimis Iran Segera Kibarkan Bendera Putih ke AS
1 hari lalu
Konflik Timur Tengah
Balas Dukungan Rusia-China, Iran Beri Hak Istimewa untuk Kapal-kapalnya saat Melintasi Selat Hormuz
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.