Konflik Timur Tengah
Iran Boyong 70 Pakar ke Meja Perundingan di Pakistan, Beritikad Baik tapi Kurang Percaya pada AS?
TRIBUN-VIDEO.COM - Televisi pemerintah Iran melaporkan delegasi pejabat senior Iran tiba di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Jumat (10/4/2026) sebagai persiapan untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan syarat pertamanya adalah tidak ada pengayaan nuklir di Iran.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohammad Baqer Zolghadr, Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, bersama dengan anggota Parlemen dan komite politik, keamanan, militer, ekonomi, dan hukum.
Kantor Berita Fars melaporkan delegasi Iran di Pakistan terdiri dari 70 orang.
Delegasi tersebut mencakup 26 anggota dari komite teknis dan khusus di bidang ekonomi, keamanan, dan politik, di samping para negosiator utama, dan 23 perwakilan media dari berbagai lembaga.
Sisanya dari delegasi terdiri dari tim protokol, koordinasi, dan keamanan, dikutip dari Tasnim.
Baca: Singgung Penjualan Buku Jokowis White Paper, Rismon Somasi Dokter Tifa setelah Terbit SP3
Ketua Parlemen Iran Tetapkan Syarat Negosiasi
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyebutkan dua syarat yang ditetapkan Iran untuk memulai negosiasi dengan AS.
"Dua dari langkah-langkah yang disepakati oleh para pihak belum dilaksanakan; yaitu penetapan gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi. Kedua hal ini harus dicapai sebelum pembicaraan dimulai," kata Qalibaf, Jumat (10/4/2026).
Saat tiba di bandara Islamabad, Qalibaf mengatakan pengalaman Iran sebelumnya dalam bernegosiasi dengan Washington selalu disertai kegagalan dan janji yang ingkar.
Dia menambahkan bahwa Iran, dalam waktu kurang dari setahun negosiasi dan meskipun menunjukkan itikad baik, telah menjadi sasaran dua serangan, dan berbagai kejahatan perang telah dilakukan terhadapnya.
Qalibaf menekankan Iran memasuki negosiasi ini dengan itikad baik tetapi kurang percaya pada pihak Amerika, menegaskan Iran siap mencapai kesepakatan jika Washington serius dan bersedia memberikan hak-hak rakyat Iran.
Ia memperingatkan, Iran akan menghadapi apa yang disebutnya sebagai upaya apa pun untuk menggunakan negosiasi sebagai kedok penipuan atau untuk mengajukan tawaran yang "tidak berguna", menekankan Iran telah membuktikan selama perang terakhir kesiapannya untuk membela hak-haknya dengan mengandalkan kemampuan nasionalnya.
Iran menegaskan dimulainya pembicaraan bergantung pada penerimaan prasyarat yang telah ditetapkan oleh pihak AS.
Sementara Mohammad Reza Aref, Wakil Presiden Pertama, menekankan dukungan negaranya kepada tim negosiasi dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya oleh rezim dan rakyat dengan kompeten.
Baca: Harta Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Terjaring OTT KPK, Capai Rp20,3 Miliar
Delegasi Amerika Tiba di Iran
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan sebuah tim termasuk Wakil Presidennya JD Vance dan penasihatnya Jared Kushner akan terlibat dalam negosiasi di Islamabad.
Trump menjelaskan Iran telah kalah secara militer dan sekarang hanya memiliki kemampuan terbatas di bidang pembuatan rudal, menekankan syarat pertama dalam negosiasi mendatang adalah tidak mengizinkan pengayaan nuklir apa pun di dalam Iran.
JD Vance meninggalkan Washington pada hari Jumat dengan pesawat Air Force Two dan memimpin delegasi AS, yang termasuk utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Baca: Tegaskan Kedaulatan, Iran Pastikan Proyek Nuklir Tak akan Berhenti Hanya karena Ancaman Trump!
Pakistan Sambut Delegasi Iran dan AS
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan kedatangan delegasi Iran untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut, dan menyatakan harapan semua pihak akan mendekati upaya tersebut dengan semangat konstruktif.
Diplomat utama Pakistan, Ishaq Dar, bersama dengan kepala angkatan darat Jenderal Asim Munir, Ketua Majelis Nasional Ayaz Sadiq dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menerima delegasi Iran, dikutip dari Anadolu Agency.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kedua belah pihak telah menerima undangan untuk berdialog di Islamabad, tetapi memperingatkan diskusi tersebut akan sangat sulit.
Ia menjelaskan tantangan terbesar adalah transisi dari gencatan senjata sementara ke gencatan senjata permanen dengan membahas isu-isu di meja perundingan.
https://www.tribunnews.com/internasional/7815321/delegasi-iran-dan-as-tiba-di-pakistan-siap-lanjutkan-negosiasi?page=all&s=paging_new
#Negosiasi, #Iran, #AmerikaSerikat, #Pakistan, #Islamabad, #Diplomasi, #BreakingNews, #UpdateInternasional, #Geopolitik, #Perdamain2026, #TimurTengah, #DonaldTrump, #Teheran, #Washington, #InfoDiplomasi, #EskalasiGlobal, #KonflikIranAS, #BeritaTerbaru, #StabilitasDunia, #HubunganInternasional
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Konflik Timur Tengah
Tegaskan Kedaulatan, Iran Pastikan Proyek Nuklir Tak akan Berhenti Hanya karena Ancaman Trump!
8 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Ukraina Klaim Jatuhkan Drone Iran di Timur Tengah, Kirim Ahli Pertahanan Udara ke Sejumlah Negara
8 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Ultimatum Trump! AS Siapkan Senjata Terkuat Jika Kesepakatan dengan Iran Berakhir Gagal Lagi!
8 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Siap Negosiasi dengan AS: Delegasi Iran Hadirkan 70 Pejabat Senior dan Pakar Teknis di Pakistan
8 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.