Mancanegara
HARGA BBM AS MELONJAK GEGARA ULAH TRUMP, Tertinggi Sejak 2022
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Amerika Serikat (AS) mulai panik setelah harga bahan bakar minyak (BBM) di Negeri Paman Sam melonjak drastis.
Harga rata-rata BBM di AS menembus angka US$4 atau sekitar Rp68.000 per galon per Senin (30/3/2026).
Kenaikan harga BBM ini terjadi akibat ulah Presiden AS Donald Trump yang melancarkan serangan ke Iran sejak 28 Februari 2026 lalu.
Ketegangan di Timur Tengah tersebut telah memicu kekacauan pada rantai pasokan energi global, mirip dengan situasi saat Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 silam.
"Perang yang pecah tiba-tiba ini langsung memukul harga bensin."
"Situasinya hampir sama dengan tahun 2022, di mana harga minyak dunia meroket dan cadangan darurat harus mulai dikerahkan," ungkap Pavel Molchanov, analis dari Raymond James, mengutip Reuters.
Baca: Donald Trump Sebut AS Tidak Membutuhkan Selat Hormuz Kami Produsen Minyak & Gas Nomer Satu
Bagi warga AS, angka US$4 per galon bukan sekadar statistik, melainkan beban nyata.
Survei terbaru dari Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa sekitar 55 persen responden mulai merasakan dampak kenaikan harga ini terhadap keuangan rumah tangga mereka.
Bahkan, 21 persen di antaranya mengaku sangat terpukul.
Ekonom Jeremy Siegel dari WisdomTree menyebutkan bahwa bensin adalah indikator ekonomi yang paling terlihat oleh konsumen.
Begitu harganya melonjak, psikologi pasar akan langsung bereaksi negatif.
Baca: Iran Bakal Bom AS Usai Trump Ingin Kembalikan Teheran ke Zaman Batu: Kami Punya Senjata Tersembunyi
Untuk menghadapi tekanan ini, pemerintahan Trump tidak tinggal diam.
Pemerintah AS telah mengeluarkan kebijakan darurat berupa penangguhan Jones Act selama 60 hari.
Langkah ini mengizinkan kapal asing untuk mengangkut bahan bakar antarpelabuhan di AS demi memperlancar distribusi.
Namun, banyak pihak meragukan efektivitas kebijakan tersebut.
Selama ketegangan di Selat Hormuz belum mereda, harga minyak mentah dunia diprediksi akan tetap fluktuatif.
Pada Senin kemarin, harga minyak AS ditutup pada level US$102,88 per barel, naik signifikan menyusul laporan adanya serangan terhadap kapal tanker di pelabuhan Dubai.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ulah Trump di Iran Buat Harga BBM di AS Melonjak, Tembus Rp68 Ribu, Tertinggi sejak 2022
# Harga # BBM # Melonjak # Trump # Amerika Serikat # Bahan Bakar Minyak #
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com
Internasional
Donald Trump Sebut AS Tidak Membutuhkan Selat Hormuz Kami Produsen Minyak & Gas Nomer Satu
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Ledakkan 4 Lokasi Persembunyian Pasukan AS, Perwira Senior Sekarat, Kapal Israel Ikut Dibom
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Bakal Jadikan Iran ke Zaman Batu sebelum Perang Berakhir, Serangan Diperkuat 3 Pekan
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Bakal Bom AS Usai Trump Ingin Kembalikan Teheran ke Zaman Batu: Kami Punya Senjata Tersembunyi
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.