Sabtu, 11 April 2026

Berita Terkini

Rudal dan Drone Iran Sasar Pangkalan Udara AS di Al-Kharj, Balas Dendam Tokoh Senior

Selasa, 24 Maret 2026 08:22 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengumumkan telah meluncurkan gelombang ke-75 dari operasi militer skala besar bertajuk “True Promise 4” pada Senin (23/3/2026).

Operasi militer terbaru ini secara spesifik menargetkan sejumlah posisi strategis milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Fokus serangan Iran kali ini menyasar lokasi penempatan pasukan baru serta beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian tentara Israel.

Selain posisi militer Israel, rudal dan drone Iran dilaporkan juga menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan milik Amerika Serikat yang berlokasi di Al-Kharj. Rekaman video yang dirilis oleh pihak Teheran memperlihatkan proses persiapan yang sangat intens hingga detik-detik peluncuran proyektil ke udara.

Baca: Bentrokan di Tirana, Ribuan Demonstran Tuntut PM Albania Mundur, Polisi Gunakan Meriam Air

Dalam rekaman tersebut, terlihat adanya tulisan khusus pada beberapa badan senjata yang diluncurkan, termasuk kalimat sindiran yang ditujukan terhadap jet tempur canggih F-35 milik sekutu. Meskipun demikian, waktu dan lokasi pasti dari pengambilan rekaman tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh pihak luar.

Operasi “True Promise 4” ini disebut-sebut didedikasikan oleh pemerintah Iran untuk menghormati sejumlah tokoh senior militer dan intelijen mereka yang telah meninggal dunia. Beberapa nama yang disebut dalam dedikasi ini termasuk mantan juru bicara Ali Mohammad Naeini serta Menteri Intelijen Hojjatoleslam Khatib.

Serangan gelombang ke-75 ini menandai terus berlanjutnya eskalasi ketegangan antara Iran dengan blok Israel-Amerika Serikat di wilayah tersebut. Pihak Iran menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk konsistensi mereka dalam membalas setiap tindakan yang dianggap merugikan kedaulatan negara mereka.

Hingga kini, pihak militer Israel maupun otoritas Amerika Serikat belum memberikan keterangan resmi mengenai dampak kerusakan atau jumlah korban akibat hantaman rudal dan drone tersebut. Situasi di kawasan perbatasan dan pangkalan militer asing dilaporkan masih dalam status siaga tertinggi guna mengantisipasi gelombang serangan susulan.

(Tribun-Video.com/Viory.video)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved