Sabtu, 11 April 2026

Saksi Kata

Tangis Istri Kapten Hasiolan Pecah, Suami Terseret Kasus Sabu 2 Ton

Minggu, 15 Maret 2026 18:17 WIB
Tribun Batam

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sondang, istri Kapten Sea Dragon, Hasiolan Samosir mengungkap bahwa suaminya pernah terkena stroke sebelum menakhodai kapal yang diketahui mengangkut sabu-sabu hampir dua ton.

Hal ini ia ungkapkan saat wawancara eksklusif oleh Tribun Batam di program Saksi Kata belum lama ini, Sabtu (7/3/2026).

Perkara mereka masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Sidang dengan agenda vonis rencananya digelar pada Senin (9/3/2026), bersamaan dengan sidang vonis Richard Halomoan dan Leo Candra Samosir

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya menuntut mati mereka.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah para awak kapal mengungkapkan bahwa mereka semua dijebak sejak awal.

Termasuk Fandi Ramadan yang pada sidang sebelumnya lolos dari tuntutan hukuman mati dan divonis 5 tahun penjara.

Sondang menjelaskan sejak awal bahwa dari awal memang sudah curiga dengan program kapal ini.

Termasuk karena gajinya yang dianggap terlalu besar sampai 3 ribu dollar.

Anak sulungnya sempat mengungkapkan kecurigaan ini. Keluarga bahkan sempat berdebat terkait hal ini.

Sebab sang anak melihat ada yang tidak beres.

Namun kecurigaan itu ditepis karena dia tak mau menghalangi suaminya dan memberikan tekanan.

Apalagi suaminya sebelumnya pernah terkena stoke.

Suaminya juga sempat bilang bahwa mungkin ini semua memang rezeki dan jalan agar dia tidak perlu berlayar lagi setelahnya.

“Saya berpikir begini, nanti stres pula suamiku baru sembuh sakit,” katanya.

Menurut Sondang, Hasiolan diketahui terjebak dalam kapal itu setelah berkenalan dengan Weerapat Phongwan alias Mr Pong. Mr Pong diketahui adalah ABK asal Thailand yang pada Jumat lalu sudah divonis seumur hidup.

Komunikasi lanjutan Mr Pong dengan Hasiolan adalah lewat perantara Richard, yang kini juga jadi terdakwa.

Hasiholan belum membuat keputusan saat itu dan akan berbicara lebih dulu dengan keluarga.

Namun, akhirnya Hasiholan memutuskan menerima tawaran itu, Sondang tidak tahu bagaimana permbicaraan mereka.

Awalnya ada lima yang ikut, namun satu orang mundur dan tidak jadi berangkat.

Adik Hasiholan, Osner Samosir menjelaskan, keputusan membawa Leo Chandra (adik bungsu Hasiholan) ikut bekerja bukan karena hal lain, melainkan karena kondisi ekonomi keluarga.

Menurut Osner, saat itu Leo Chandra sedang tidak memiliki pekerjaan.

Sementara istrinya tengah hamil dan membutuhkan biaya untuk keluarga.

“Adik saya memang sering bilang ke Abang, kalau ada kerja ajaklah dia. Jadi waktu ada kesempatan, abang mengajaknya bekerja bersama,” kata Osner.

Osner juga menggambarkan sosok kakaknya sebagai pribadi yang sederhana dan lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarga dibanding berkumpul dengan orang lain.

“Kalau tidak ada kerja, dia sering datang ke tempat saya. Dia orangnya tidak suka kumpul-kumpul, lebih banyak bersama keluarga,” ujarnya.

Keluarga mengaku tidak mengetahui secara detail pekerjaan yang akan dilakukan di kapal tersebut.

Mereka juga mengaku terkejut ketika mengetahui Hassi Holan dan Leo Chandra ditangkap dalam kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar.

Kini, keluarga hanya berharap proses hukum berjalan dengan adil dan dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyeret nama kedua bersaudara tersebut.

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Curhat Istri Kapten Sea Dragon Menjelang Vonis 2 Ton Sabu di PN Batam, Sondang: Suamiku Baru Sembuh

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Batam
Editor: Untung Sofa Maulana

#saksikata #kasussabu #sabu #narkotika #narkoba #kriminal

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribun Batam

Tags
   #SaksiKata   #sabu   #narkotika   #narkoba   #PN Batam   #Batam

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved