Konflik Timur Tengah
Kuwait dan Arab Saudi Diserang Drone, Iran Langsung Tuduh Israel dan Amerika Jadi Biang Kerok
TRIBUN-VIDEO.COM - Unit elite militer Iran, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah telah melanggar gencatan senjata.
Pernyataan mereka yang dirilis pada Jumat (10/4/2026) mengklaim, serangan-serangan yang terjadi justru dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Kalau jika ada serangan yang dilakukan di negara-negara di sepanjang pantai selatan Teluk Persia, itu tidak diragukan lagi adalah pekerjaan musuh Zionis (Israel) atau Amerika Serikat," kata pernyataan IRGC.
Perkembangan ini terjadi di tengah laporan serangan di Kuwait, Jubail, Ras Tanura, Yanbu, dan Riyadh usai terjadinya negosiasi gencatan senjata dalam perang tersebut.
Kesepakatan untuk bernegosiasi soal gencatan senjata ini terjadi hanya 90 menit sebelum ultimatum "penghapusan peradaban" yang dilontarkan Presiden AS, Donald Trump ke Iran.
Baca: Seskab Tegaskan Tidak Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari Lebanon meski Evaluasi Keamanan Berjalan
"Selama beberapa jam terakhir, berbagai media telah menerbitkan laporan tentang serangan terhadap fasilitas di beberapa negara Teluk Persia. Kami harus memberi tahu Anda kalau Angkatan Bersenjata Iran tidak meluncurkan rudal atau drone ke negara mana pun selama gencatan senjata," demikian bunyi pernyataan IRGC.
Pernyataan itu mengklaim kalau IRGC akan bersikap ksatria, jika menyerang, akan "secara terbuka dan berani mengumumkannya dalam pernyataan resmi. Setiap tindakan yang tidak termasuk dalam pernyataan resmi Republik Iran tidak terkait dengan kami."
Sebelumnya pada hari Kamis, Kantor Berita Kuwait melaporkan kalau sebuah lokasi Garda Nasional negara tersebut telah menjadi sasaran drone.
Menteri Luar Negeri Kuwait, dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa beberapa "fasilitas vital" di Kuwait juga menjadi sasaran.
Demikian pula, Arab Saudi juga melaporkan serangan terhadap "infrastruktur untuk produksi, transportasi, dan penyulingan minyak dan gas, serta pabrik petrokimia dan fasilitas pembangkit listrik di Riyadh, Provinsi Timur, dan kota industri Yanbu," kata seorang pejabat kementerian energi seperti dikutip oleh AFP.
Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Islamabad pada 11 April.
Para pejabat AS dan Iran yang akan bertemu dan bernegosiasi adalah:
Baca: Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung Gelagapan Dicecar KDM Kasus Bayi Nyaris Tertukar!
Delegasi AS
Wakil Presiden AS, JD Vance
Utusan Khusus Presiden AS untuk urusan Timur Tengah, Steve Witkoff
Penasihat Presiden AS, Jared Kushner
Komandan US CENTCOM, Laksamana Brad Cooper
Delegasi Iran
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht Ravanchi
Negosiasi ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut kerangka kerja gencatan senjata.
https://www.tribunnews.com/internasional/7815225/kuwait-dan-arab-saudi-panen-serangan-drone-irgc-iran-itu-kerjaan-zionis-israel-dan-as
#Kuwait, #ArabSaudi, #Iran, #IRGC, #SeranganDrone, #Israel, #AmerikaSerikat, #Zionis, #BreakingNews, #UpdateInternasional, #Geopolitik, #Perang2026, #TimurTengahMembara, #KrisisEnergi, #InfoMiliter, #EskalasiGlobal, #Teheran, #Riyadh, #BeritaTerbaru, #KonflikDunia
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.