TRIBUNNEWS UPDATE
SBY Ingatkan Trump soal Pengalaman Pahit Perang di Masa Lalu: Iran Bukan Irak maupun Afghanistan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Amerika Serikat (AS) soal pengalaman pahit di masa lalu.
Pengalaman itu terkait peperangan di Vietnam, Irak, dan Afghanistan.
Melalui akun X pribadinya, SBY menyebut bahwa kemenangan berperang bukan berarti sebuah penaklukan.
Dalam teori perang, AS mungkin menang di Irak, namun bukan berarti Irak telah ditaklukkan sepenuhnya.
Saat perang terjadi, hasilnya adalah yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu.
Baca: Febby Carol Pasang Badan untuk Virgoun, Sindir Luna Alhamdy: Jangan Pansos dan Banyak Drama
SBY menyampaikan hal itu menanggapi kekhawatiran dunia soal pecahnya perang AS-Iran.
Ia mengingatkan AS bahwa Iran berbeda dari Irak dan Afghanistan.
"Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan," tulis SBY di X, JUmat (27/2/2026).
Pesan yang disampaikan SBY tak hanya untuk Trump, namun juga pemimpin negara lain termasuk Ali Khamenei.
SBY sendiri berpandangan bahwa perang AS-Iran bisa terjadi dan bisa juga tidak.
Baca: Virgoun Resmi Menikahi Lindi Fitriyana di Hotel Mewah BSD, Kehadiran Eva Manurung Jadi Sorotan
Hal ini menanggapi kekhawatiran bahwa perang besar akan meletus jika perundingan nuklir di Jenewa, Swiss gagal.
"Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei," sambungnya.
Menurut SBY, semua itu bergantung pada keputusan Trump dan Khamenei.
Keduanya harus menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang dipilih memang akan bisa dimenangkan.
Selain itu, mereka juga perlu mendengar pertimbangan dari para jenderal.
Baca: Modus Licik Oknum Pejabat Bea Cukai, Pindahkan Uang Haram ke Safe House Baru di Ciputat Tangsel
Sebagai orang yang berpengalaman di militer, SBY mengatakan suksesnya sebuah perang ditentukan dari hati dan pikiran para prajurit.
Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik, presiden atau perdana menteri.
Kalimat dari SBY berbunyi "Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati".
(Tribun-Video.com)
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribun Video
Tribun Video Update
Iran Ancam Bawa Timur Tengah Terbakar Api Perang, Dimulai dengan Gempur Pangkalan-pangkalan Milik AS
3 hari lalu
Tribunnews Update
Putin Bantah Keras Tudingan Barat di Tengah Konflik: Rusia Tak Pernah Memasok Senjata ke Iran
3 hari lalu
Tribunnews Update
Detik-detik Rudal Iran Meluncur Targetkan Israel, Warga Berteriak saat Berkumpul di Tengah Kota
3 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Pasukan AS di Selat Hormuz Cegat Rudal Iran, Pakistan Surati Khamenei
3 hari lalu
Konflik Timur Tengah
Pakai Helikopter! AS Sita Kapal Tanker yang Diduga Bawa Minyak Iran di Samudera Hindia
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.