Sabtu, 11 April 2026

tribunnews update

96 Lokasi Pemantauan Hilal Sidang Isbat Awal Ramadan 2026, Berikut Daftar Lengkapnya!

Selasa, 17 Februari 2026 14:07 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah kembali menyiapkan mekanisme penetapan awal puasa yang melibatkan pengamatan astronomi dan musyawarah keagamaan.

Kementerian Agama Republik Indonesia menjadwalkan rukyatul hilal serentak pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan melibatkan 96 titik pengamatan yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses penentuan awal Ramadan yang selama ini mengedepankan prinsip kehati-hatian, pendekatan ilmiah, serta kebersamaan antarumat Islam di Indonesia.

Hasil pemantauan tersebut nantinya akan dibahas secara komprehensif dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H.

Pemantauan hilal dilakukan sesaat setelah matahari terbenam di masing-masing lokasi.

Data hasil pengamatan dari Aceh hingga Papua akan dikompilasi dan dibahas dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Sidang isbat menjadi forum resmi yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, hingga institusi keilmuan.

Sejumlah pihak yang diundang antara lain perwakilan DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, BIG, BRIN, akademisi astronomi, pakar falak, pimpinan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menilai sidang isbat bukan sekadar agenda administratif, tetapi ruang kebersamaan umat.

Di forum ini, data hisab dan hasil rukyat dipertemukan secara terbuka agar keputusan yang diambil memiliki penjelasan ilmiah dan keagamaan.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (5/2/2026), dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya agar penetapan awal Ramadan dilakukan secara objektif, transparan, dan inklusif, dengan melibatkan seluruh unsur terkait demi menjaga persatuan umat.

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtima’ menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Saat matahari terbenam di wilayah Indonesia, posisi hilal masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian negatif, yakni antara -2° 24’ hingga -0° 58’, serta sudut elongasi di kisaran 0° 56’ sampai 1° 53’.

Dengan kondisi tersebut, secara teoritis hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang berlaku.

Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan sebagai bagian dari verifikasi lapangan dan tradisi keilmuan yang menjadi ciri penetapan kalender Hijriah di Indonesia.

Setelah adanya pembahasan sidang isbat, tanggal resmi awal Ramadan 2026 akan diumumkan.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya.

Daftar 96 Lokasi Pengamatan Hilal
Sebanyak 96 lokasi pengamatan dipilih dengan mempertimbangkan letak geografis, ketinggian, serta aksesibilitas.

Pengamatan dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota,

Mulai dari observatorium, menara masjid, pantai, bukit, rooftop gedung, hingga kawasan pesisir dan pulau terluar, seluruh titik tersebut menjadi saksi upaya bersama dalam menentukan awal Ramadan secara nasional.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca berita selengkapnya di sini


Editor: Irvan Nur Prasetyo
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Irvan Nur Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved