Tribunnews WIKI

Hujan Meteor Perseid, Pertengahan Juli - Agustus

Rabu, 14 Agustus 2019 13:49 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Setiap tahun, planet Bumi kita melintasi jalur orbit Komet Swift-Tuttle dari sekitar tanggal 17 Juli hingga 24 Agustus.

Hal ini mengakibatkan partikel dari komet tertarik oleh gravitasi planet kita.

Partikel-partikel yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi memberikan efek seperti bintang jatuh.

Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini terletak di rasi bintang Perseus.

Hujan meteor Perseid adalah hujan meteor terpopuler sepanjang tahun.

Pengamat dapat melihat setidaknya 10 hingga 15 meteor perjam atau lebih pada masa puncaknya (12-13 Agustus).

Tanpa cahaya bulan, tingkat intensitasnya bisa menjadi lebih tinggi yaitu sekitar 150 hingga 200 meteor per jam seperti pada 2016.

Penyebab

Komet Swift-Tuttle adalah objek terbesar yang diketahui berulang kali melewati Bumi.

Inti komet memiliki lebar sekitar 16 mil (26 kilometer).

Terakhir kali Komet Swift-Tuttle melewati Bumi adalah ketika mengorbiti matahari pada tahun 1992.

Pada tahun 2126 dikabarkan Komet Swift-Tuttle akan kembali mendekati Bumi.

Namun setiap tahun Bumi melewati debu dan puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle di orbitnya, menciptakan hujan meteor Perseid tahunan.

 Komet Swift-Tuttle memiliki orbit yang sangat unik, berbentuk lonjong.

Titik terjauh Komet Swift-Tuttle berada di luar orbit Pluto, dan titik terdekat Komet Swift-Tuttle dengan Matahari berada di dalam orbit Bumi.

Komet Swift-Tuttle mengorbit matahari dalam kurun waktu sekitar 133 tahun.

Setiap kali komet ini melewati tata surya bagian dalam, matahari menghangatkan dan melelehkan es di komet, menyebabkan Komet Swift-Tuttle melepaskan partikel materi ke dalam garis orbitalnya.

Titik Radian

Titik radian hujan meteor adalah arah munculnya hujan meteor.

Selama hujan meteor, meteor-meteor akan bergerak dari dan menjauhi titik radian.

Selain itu titik radian juga menentukan tingkat intensitasnya.

Semakin tinggi titik radian di langit, semakin banyak pula meteor-meteor yang dapat dilihat.

Cara menentukan letak titik radian adalah berdasarkan rasi bintang.

Hujan meteor Perseids dinamakan demikian karena radiannya ada di rasi Perseus.

Jika suatu rasi bintang dihuni oleh lebih dari titik radian, maka nama hujan meteor menggunakan nama bintang paling dekat dengan titik radian.

Hujan meteor Eta Aquarids memiliki titik radian di dekat bintang Eta Aquari.

Adapula hujan meteor Delta Aquarids yang memiliki titik radian di dekat bintang Delta Aquari.

Cara Mengamati

Hujan meteor Perseid berlangsung dari sekitar 17 Juli hingga 24 Agustus setiap tahun.

Saat itulah planet Bumi kita melintasi jalur orbit Komet Swift-Tuttle.

Tingkat intensitas hujan meteor Perseid diketahui naik ke puncaknya secara bertahap, kemudian jatuh setelah puncak dengan cepat.

Jadi hari-hari menjelang puncak serta hari puncaknya adalah waktu yang tepat untuk menonton hujan meteor Perseid.

Waktu bulan terbenam juga penting karena butuh langit yang gelap untuk melihat hujan meteor Perseid.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Perseid adalah setelah tengah malam.

Setelah titik radian naik, akan lebih banyak meteor yang jatuh.

Pergilah ke tempat yang jauh dari kota untuk menghindari polusi cahaya yang berlebihan.

Kalau bisa, pergilah ketempat tertinggi yang lebih dekat dengan langit untuk mendapatkan pemandangan yang lebih indah.

Hujan meteor Perseid dikenal memiliki warna yang berwarna-warni.

Hujan meteor Perseid juga bergerak cepat, memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 35 mil per detik (60 km per detik).

Kereta cahaya adalah cahaya yang terus-menerus di udara, ditinggalkan oleh beberapa meteor yang telah menghilang dari pandangan.

Kereta cahaya ini disebabkan oleh materi terionisasi bercahaya yang tersisa di langit.

Hujan meteor Perseid diketahui meninggalkan kereta cahaya yang persisten.

Cahaya tersebut bertahan selama beberapa saat setelah meteor itu pergi.

(TribunnewsWiki/Indah)

 Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Hujan Meteor Perseid

ARTIKEL POPULER:

Rigel - Bintang Paling Terang di Sabuk Orion

Betelgeuse - Bintang Paling Terang Kesepuluh

Bintang - Jadi Pedoman Bagi Nelayan dan Petani

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved