Selasa, 7 April 2026

Internasional

Netanyahu Isyaratkan Mundur dari Reformasi Peradilan Kontroversial

Senin, 1 Desember 2025 14:10 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai telah mengisyaratkan mundur dari peradilannya yang kontroversial.

Sebuah artikel menyebut bahwa Netanyahu mengeksploitasi "momen kelemahan kelembagaan dalam sistem hukum".

Mengutip Al Mayadeen pada (1/12), hal itu merupakan hasil dari laporan sumber utama "Israel Hayom" pada (30/11/2025).

Dilaporkan bahwa Netanyahu telah mengusulkan kesepakatan kepada Presiden Israel Isaac Herzog.

Isinya, mengenai pengampunan presiden sebagai imbalan atas penangguhan perombakan peradilan yang kontroversial.

Lantas menurut laporan, Netanyahu meminta Herzog untuk memberinya pengampunan “atas nama kepentingan publik”.

Namun, terdapat perbedaan tajam antara Herzog dan Netanyahu.

Di mana, Herzog membuka kemungkinan mempertimbangkan grasi sesuai aturan hukum.

Baca: Peretas Iran Hanzala Bobol Mobil & Menyusup ke Situs Nuklir Israel, Beri Pesan Jelas ke Netanyahu

Sementara Netanyahu, tetap menolak mengakui kesalahan dalam kasus korupsinya.

Mengingat, permohonan pengampunan Netanyahu tidak disertai janji mundur dari politik.

Ia justru berencana tetap menjabat sebagai perdana menteri pendudukan jika grasi diberikan.

Lantas, analis menilai Netanyahu mulai memberi sinyal mundur dari reformasi peradilan dan merapat ke kubu penentang.

Bahkan, sumber utama juga menilai Netanyahu memanfaatkan lemahnya institusi hukum di tengah tekanan terhadap Jaksa Agung dan Mahkamah Agung.

Baca: Kesiapan Yaman untuk Konfrontasi Mendatang Hadapi Agresi AS-Israel di Medan Perang Timur Tengah

Editor Video: Tama

https://video.tribunnews.com/news/890838/netanyahu-isyaratkan-mundur-dari-reformasi-peradilan-yang-kontroversial-eksploitasi-momen-kelemahan

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Bayu Pratama
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved