Selasa, 14 April 2026

Terkini Daerah

Mensos Sebut Cuaca Ekstrem Sulitkan Pengiriman Bantuan Korban Gempa Halmahera Selatan

Selasa, 23 Juli 2019 08:54 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, CIPUTAT - Bantuan untuk korban gempa di Halmahera Selatan, masih menjadi tantangan bagi Kementerian Sosial.

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan sulitnya akses menuju Kabupaten Halmahera Selatan.

Seperti diketahui, wilayah yang berada di provinsi Maluku Utara, diterpa gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang pusatnya berada pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, pada Minggu (14/7/2019).

Gempa dengan skala guncangan besar ity mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka. Selain itu juga sebanyak 971 rumah rusak dan puluhan fasilitas umum rusak.

"Masalahnya sekarang di Halmahera Selatan, karena akses ke sana sangat sangat sulit, kami sendiri sejak hari kedua setelah gempa sudah ke sana, bantuan bantuan yang sudah kami kumpulkan, kami kirim, baik dari Jakarta, dari Makassar, dari Manado, itu tidak bisa masuk ke lokasi bencana karena masalah akses," ujar Agus selepas memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/7/2019).

Agus menjelaskan, akses jalan normal menuju berbagai lokasi yang terdampak gempa di Halmahera Selatan, hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor.

Namun hal itu mustahil jika harus mengangkut bantuan dengan berat beberapa ton.

"Di Kabupaten Halmahera Selatan itu, yang paling terdampak itu desa desa yang ketika kami lihat dari helikopter, itu desa desa yang satu sama lain terisolasi, dan dari desa satu ke desa lain itu tidak ada akses, tidak ada jalan," ujarnya.

Agus juga memaparkan kesulitan akses jalur laut dan udara karena cuaca ekstrem yang sering hujan dan badai. Pihaknya sudah mencoba untuk menyewa kapal nelayan demi mengantarkan bantuan, namun oara nelayan menolak karena ombak yang tinggi.

Sedangkan melalui jalur udara, angin juga sedang tidak bersahabat sehingga menimbulkan kekhawatiran jika mengantar bantuan lewat udara.

"Begitu juga dengan jalan udara, saya sendiri ketika di sana meninjau dari atas. Ketika kami di helikopter, cuacanya berubah sangat cepat, tiba tiba hujan deras sekali. Ini kondisi cuaca yang nggak bisa diprediksi," ujarnya.

Akhirnya bantuan bisa disalurkan melalui Pulau Widi yang dijadikan titik poin bantuan untuk selanjutnya didistribusikan.

"Jadi BNPB juga sudah menyiapkan dua helikopter untuk men-drop bantuan bantuan ke desa desa yang terdampak dan tidak bisa lewat angkutan darat," ujarnya.

Agus mengatakan, saat ini Mensos sudah mengirimkan bantuan ke Halmahera Selatan sebesar Rp 1,7 miliar.

"Itu bantuan tahap pertama, kalau diperlukan bantuan bantuan berikutnya kami siap," jelasnya. (*)

ARTIKEL POPULER:

Gempa Halmahera, Ratusan Rumah Warga Rusak dan Jalan Dermaga Retak

Korban Gempa Bumi di Halmahera terus Bertambah

Update Gempa Halmahera, Empat Meninggal Dunia, 3.104 Ribu Orang Mengungsi

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved