Minggu, 10 Mei 2026

Tribunnews WIKI

Perang Menyakitkan Tapi Tak Dirasakan di Perang Dunia I - Perang Somme 1961

Senin, 22 Juli 2019 08:14 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Pertempuran Somme terjadi pada 1 Juli hingga 21 November 1916.

Serangan yang juga dikenal dengan The Battle of Somme ini berkobar antara kubu Sekutu (Entente Powers) dan Sentral (Central Powers).

Pertempuan Somme dikenal juga sebagai Serangan Somme pada saat Perang Dunia I.

Perang ini berlangsung di dekat Sungai Somme Perancis.

Tujuan dari dilakukannya serangan ini untuk mencapai kemenangan atas Jerman di Front Barat.

Serangan Somme yang terjadi pada 1916 merupakan serangan besar pertama Perang Dunia I bagi Inggris sehingga Inggris menjadi lebih kritis terhadap perang.

Pertempuran Somme tercatat sebagai pertempuran yang paling berdarah dalam sejarah.

Di hari pertama Pertempuran Somme, korban jatuh dari Inggris mencapai lebih dari 57.000 orang.

Pada akhir kampanye militer Blok Sekutu dan Blok Sentral, jumlah korban dari kedua belah pihak mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

Pertempuran Somme menjadi serangan besar pertama Perang Dunia I yang menimpa Inggris.

Pertempuran ini mengajarkan Inggris untuk lebih memperbaiki strategi dan melakukan perbaikan kekuatan pasukan.

Dalam pertempuan Somme, Perancis lebih unggul dari Inggris.

Korban pihak Perancis lebih sedikit dibandingkan korban yang diderita oleh Inggris yang mencapai lebih dari 57.000 korban di hari pertama pada 1 Juli 1916.

Total korban lebih besar dibandingkan jumlah korban Inggris saat pertempuran gabungan di Krimea, Boer dan Perang Korea.

Sedangkan Perancis dengan divisi yang lebih sedikit justru hanya menderita sekitar 2.000 jiwa.

Di penghujung serangan, yaitu pada November 1916, korban Inggris mencapai 420.000 orang dan Perancis mencapai 200.000 jiwa.

Orang-orang Perancis menyebut pertempuran ini dengan Verdun, sementara orang Australia dan Kiwi menyebutnya dengan Gallipoli.

Kronologi

Pertempuran ini bermula pada awal 1916 saat Perancis mengusulkan penyerangan gabungan Perancis-Inggris secara bersama.

Tekanan yang kuat dari Jerman terhadap Perancis di Verdun sepanjang 1916 membuat aksi yang dilakukan di Somme semakin mendesak sehingga tentara Inggris mengambil peran utama dalam penyerangan.

Pada saat itu, pasukan Inggris dan Jerman saling berhadapan.

Di sisi lain, Perancis yang pernah berpengalaman di Verdun memiliki jumlah artileri yang lebih banyak.

Parit perlindungan dua kubu hanya terpisah jarak beberapa ratus meter di 'tanah tak bertuan'.

Kemudian pada 1 Juli 1916, tentara Inggris menyerang bagian utara Somme bersama 14 divisi infanteri.

Inggris menggunakan 3.000 senjata yang terus-menerus menembak 1.738.000 peluru selama tujuh hari guna melemahkan pertahanan Jerman.

Selain itu juga ada artileri yang dikerahkan untuk menyerang.

Sedangkan Perancis menyerang dari arah selatan Somme dengan lima divisi.

Perancis dapat menyerang di rerumputan dengan kekuatan yang lebih besar sehingga jumlah korban jiwa lebih sedikit dibandingkan Inggris.

Setelah membombardir Jerman, di hari pertama serangan pada pukul 07.20, Inggris mengerahkan 100.000 tentara yang berasal dari kesatuan East Surrey Regiment untuk merebut parit Jerman.

Strategi Inggris disusun oleh Douglas Haig dan Henry Rawlinson, GOC Keempat Angkatan Darat.

Kedua orang tersebut mengalami perbedaan pendapat mengenai kekuatan serangan dan jangkauan pengeboman.

Mereka juga berasumsi bahwa serangan artileri telah berhasil memporak-porandakan pertahanan Jerman dan yakin sudah akan menang.

Namun, artileri tidak memiliki kemampuan untuk memotong semua kawat pertahanan, menghancurkan parit Jerman dan melumpuhkan semua senjata musuh, atau memberikan serangan yang berguna untuk infanteri.

Hal ini menjadikan rencana yang sudah dipersiapkan cenderung tidak sesuai.

Kemudian pada pukul 0.00 tanggal 1 Juli, artileri bergeser terlalu jauh dari parit bagian depan milik Jerman sehingga formasi infanteri terbuka.

Pihak Jerman mengerahkan tujuh divisi.

Setelah Jerman mengetahui strategi Inggris, para komandan Jerman segera memindahkan pasukannya.

Saat serangan di parit Jerman berhenti, Inggris segera mengerahkan pasukan infanterinya.

Sebanyak 100.000 tentara Inggris yang masing-masing membawa 30 kg peralatan memanjat keluar dari parit dan mendekat ke arah musuh.

Inggris kemudian disambut dengan rentetan mesin dan tembakan artileri dari Jerman.

Pada 2 Juli 1916, sejumlah penembak dari Machine Gun Corps ditugaskan untuk memantau lokasi pertempuran.

Pertempuran Somme berlangsung selama 141 hari dan berakhir pada 18 November 1916 tanpa kemenangan dari pihak mana pun.

Somme menjadi pertempuran yang cukup berdarah dan memperpanjang Perang Dunia I hingga musim dingin.

Cuaca yang dingin dan basah menyudahi pertempuran Somme.

Selain itu, akomodasi dari kedua belah pihak sudah tidak mencukupi lagi untuk melanjutkan pertempuran.

Pertempuran Somme berhasil meringankan tekanan yang dialami oleh pasukan Perancis yang terkepung di dekat Verdun.

(Tribunnewswiki.com/Adya Rosyada Yonas)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pertempuran Somme 1961 

ARTIKEL POPULER:

Tugu Muda, Monumen untuk Memperingati Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang

Notre Dame de Paris, Salah Satu Monumen Simbolis yang Bertahan Paling Lama di Paris

Museum Nasional Indonesia, Tempat Bersejarah dan Kaya Benda Prasejarah

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Tags
   #Perang Somme   #Perang Dunia I

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved