LIPUTAN KHUSUS
Pecahnya Perang Dunia I, Malapetaka Seluruh Dunia Karena Pewaris Takhta Austria-Hungaria Dibunuh
TRIBUN-VIDEO.COM - Perang Dunia I, juga disebut Perang Besar dimulai pada 28 Juli pada 1914.
Konflik internasional yang berlangsung pada tahun 1914–1918 telah melibatkan sebagian besar negara Eropa bersama dengan Rusia, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
Selusin negara merdeka berperang pada awalnya pada tahun 1914.
Sementara sisanya masuk belakangan, seperti Italia pada tahun 1915 dan Amerika Serikat pada tahun 1917.
Perang ini menarik semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan.
Yaitu kubu sekutu (Britania Raya, Prancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia).
Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi ketika Italia berada di pihak Sekutu, dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang.
Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah.
Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas.
Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Blok Sentral.
Baca: Heboh! Ribuan Amunisi di Laut Ditemukan Nelayan di Cilacap, Diduga Sisa Perang Dunia Kedua
Tercatat dalam sejarah, perang ini menimbulkan pembantaian dan kehancuran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perang Dunia I menjadi konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.
Peperangan dilatarbelakangi pembunuhan Franz Ferdinand yang ditembak mati bersama istrinya, Shopie Chotek.
Penembakannya didalangi oleh nasionalis Serbia, Gavrilo Princip pada 28 Juli 1914.
Princip dan para nasionalis lainnya berjuang mengakhiri pemerintahan Austria-Hongaria atas Bosnia dan Herzegovina.
Kepala Intelijen Militer Serbia, Kolonel Dragutin Dimitrijevi, meyakini kemerdekaan bisa diwujudkan dengan membunuh Franz.
Austria-Hongaria dan banyak negara di seluruh dunia menyalahkan Pemerintah Serbia atas serangan itu.
Austria-Hongaria pun mengirim ultimatum untuk segera menyelesaikan perkara ini, tetapi jawaban Serbia tidak menyenangkan dan membuat konflik semakin panas.
Akibat tidak ada tindak lanjut, Austria-Hongaria mendeklarasikan perang melawan Serbia pada 28 Juli 1914.
Perang melebar saat Kekaisaran Rusia tak ingin Austria-Hongaria menghapuskan pengaruhnya di Balkan.
Baca: 8 Pesawat Tempur Inggris Ditemukan di Hutan Ukraina, Sisa Perang Dunia II yang Sengaja Dikubur?
Kekaisaran Rusia mendukung Serbia, sementara Austria-Hongaria mendapat jaminan perlindungan dari Kaisar Jerman, Wilhelm II.
Sekutu Rusia, Prancis, merespons kejadian ini dengan menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 Agustus.
Lalu Jerman menduduki Belgia pada 4 Agustus.
Peristiwa ini membuat Inggris menyatakan perang dengan Jerman saat itu juga.
Hanya dalam waktu kurang dari sepekan negara-negara besar di Eropa terlibat dalam salah satu konflik terbesar dan paling berdarah dalam sejarah yang dikenal dengan nama Perang Dunia I.
Austria-Hongaria menyatakan perang melawan Rusia pada 5 Agustus; Serbia melawan Jerman pada 6 Agustus;
Montenegro melawan Austria-Hongaria pada 7 Agustus dan melawan Jerman pada 12 Agustus;
Prancis dan Inggris Raya melawan Austria-Hongaria masing-masing pada 10 Agustus dan 12 Agustus;
Jepang melawan Jerman pada 23 Agustus; Austria-Hongaria melawan Jepang pada 25 Agustus dan melawan Belgia pada 28 Agustus.
Pada tanggal 5 September 1914, Rusia, Prancis, dan Inggris Raya menyimpulkan Perjanjian London.
Masing-masing berjanji untuk tidak membuat perdamaian terpisah dengan Blok Sentral.
Sejak saat itu, mereka bisa disebut kekuatan Sekutu atau hanya Sekutu.
Ketika perang pecah, kekuatan Sekutu memiliki sumber daya demografis, industri, dan militer yang lebih besar secara keseluruhan daripada Blok Sentral.
Baca: Rekam Jejak Perusahaan Boeing, Didirikan Sebelum Perang Dunia I, Kini Polri Beli Pesawat Bekasnya
Sekutu menikmati akses yang lebih mudah ke lautan untuk berdagang dengan negara netral, terutama dengan Amerika Serikat.
Semua pihak yang berperang awal dalam Perang Dunia I swasembada makanan kecuali Inggris Raya dan Jerman.
Perencanaan dan pelaksanaan perang pada tahun 1914 sangat dipengaruhi oleh penemuan senjata baru dan peningkatan jenis yang ada sejak Perang Prancis-Jerman tahun 1870–an.
Perkembangan utama dari periode intervensi adalah senapan mesin dan senjata artileri medan cepat.
Senapan mesin modern, yang telah dikembangkan pada tahun 1880-an adalah senapan sabuk yang dapat diandalkan..
Senjata ini mampu menahan laju tembakan yang sangat cepat; bahkan bisa menembakkan 600 peluru per menit dengan jangkauan lebih dari 900 meter.
Blok Sekutu, Soviet-Rusia mundur dari perang dan menandatangani perjanjian damai dengan Jerman.
Dan pada akhirnya Perang Dunia I berakhir pada 11 November 1918 dengan perjanjian damai dengan Jerman tersebut.
Perang Dunia I terjadi di banyak tempat Eropa.
Selama perang, ada sekitar 65 juta prajurit yang ikut berperang.
Sejarah Perang Dunia I mencatat, sekitar 15 juta orang meninggal dunia akibat Blok Sentral dan Blok Sekutu bertempur.(*)
# Perang Dunia I # Austria # Hungaria # Amerika Serikat # Jerman # Rusia
Reporter: sara dita
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Hubungan dengan Negara NATO Retak, Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Jerman, Spanyol, hingga Italia
5 hari lalu
Tribunnews Update
Dengar Kabar AS Bakal Serang Lagi, Jenderal Iran: Nasib Kapal Perang Anda seperti Pangkalan Militer!
5 hari lalu
Tribunnews Update
Tok! FIFA Pastikan Iran Tampil dalam Piala Dunia 2026 di AS, Tekankan Sepak Bola Satukan Dunia
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.