Tribunnews WIKI

Ronaldinho - Legenda Hidup Sepak Bola Dunia

Jumat, 12 Juli 2019 10:37 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Ronaldo de Assis Moreira atau Ronaldinho Gaúcho atau disingkat Ronaldinho adalah mantan pesepakbola asal Brasil.

Semasa aktif bermain, Ronaldinho berposisi sebagai penyerang dan pernah bermain untuk klub besar seperti Paris Saint-Germain, Barcelona dan AC Milan.

Ronaldinho lahir di Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brasil pada 21 Marert 1980.

Orangtua dari Ronaldinho adalah Joao Moreira dan Dona Miguelina de Assis.

Ronaldinho mempunyai satu kakak laki-laki Roberto dan kakak perempuan bernama Deisi.

Ronaldinho memiliki dua istri yakni Priscilla Coelho and Beatriz Souza.

Joao Moreira adalah anak dari Ronaldinho.

Semasa kecil, Ronaldinho tumbuh dan berkembang dari kehidupan faveLa atau lingkungan kumuh dan penuh dengan aktivitas kriminal. 

Orangtua Ronaldinho bekerja keras demi menghidupi ketiga anak mereka.

Ayahnya meninggal pada saat Ronaldinho masih bocah berusia delapan tahun.

Ronaldinho dan kakaknya akrab dengan sepak bola berkat sang ayah yang dulu pernah aktif berprofesi sebagai pesepakbola.

Dengan pernah berkarier di Gremio, FC Sion dan Vasco da Gama, Roberto sang kakak terlebih dahulu mampu mengentaskan keluarga mereka dari kemiskinan.

Namun, pada akhirnya talenta sang adik, Ronaldinho lah yang lebih mendunia dan melegenda.

Awal Karier

Ronaldinho terinspirasi dari perjalanan karier sang kakak Roberto dan sering berlatih bersama.

Roberto lah yang mengajari Ronaldinho teknik-teknik dasar dalam mengolah si kulit bulat, setelah ayah mereka meninggal.

Hingga pada usia ketujuh pun Ronaldinho sudah masih menggocek bola dan bahkan melakukan juggling.

Sejak usia muda dia begitu hebat dan sering bermain dengan orang-orang yang lebih tua.

Maka dia akrab disebut dengan Ronaldinho, gabungan dari nama aslinya Ronaldo dan imbuhan “inho” yang berarti “kecil”.

Sebelum terjun ke sepak bola, Ronaldinho sering bermain di cabang lain seperti futsal dan bola pantai, dua olahraga itu pula yang ikut membuat skill Ronaldinho berkembang pesat.

Dia pun masuk akademi Gramio pada 1987 dan tak lama berselang setahun setelahnya dia memperoleh debut profesionalnya pada ajang Copa Libertadores 1998.

Ronaldinho langsung menunjukkan sensasinya yang kala itu masih berusia 18 tahun.

Mencetak 23 gol dalam 48 laga pada 1999 dan salah satunya mengelabuhi dengan trik olah bola aduhai mantan kapten timnas Brasil, dalam laga Gremio vs Internacional.

Harum nama Ronaldinho samapi tercium hingga London, Inggris.

Arsene Wenger dahulu ingin membawa Ronaldinho ke Arsenal, namun terkendala persoalan kuota pemain non-Eropa dan skandal paspor palsu di Brasil. (2)

Awal Cerita bersama Paris Saint-Germain

Pada pertengahan 2001, Ronaldinho akhirnya mendarat di klub ibukota Perancis, Paris Saint-Germain dengan mahar 5 juta euro (Rp. 79 miliar). (3)

Paris Saint-Germain kala itu masih tim liliput dan hanya punya sedikit bintang seperti pemain muda seperti Nicolas Anelka dan gelandang legendaris Nigeria, Jay-Jay Okocha.

Dua musim dijalani Ronaldinho dengan baik meski sempat memiliki konflik dengan pelatihnya. Luis Fernandez.

Performa apik Ronaldinho di klub kota mode itu membuat Barcelona tertarik dan merekrutnya.

Uniknya, Ronaldinho adalah opsi ketiga bintang yang didatangkan, setelah sebelumnya raksasa Liga Spanyol itu gagal mendatangkan David Beckham (ke Real Madrid) dan Thierry Henry (Arsenal).

Puncak Karier di Barcelona

Kala itu, tawaran Barcelona sebesar 30 juta euro (RP. 475 miliar) berhasil mengalahkan Manchester United yang juga menginginkan pemain ini. (3)

Bisa dikatakan, Ronaldinho adalah kepingan emas yang mengawali kejayaan Barcelona sejak musim 2003-04.

Klub berjuluk Azulgrana kala itu sedang berupaya mengembalikan identitas sepak bola umpan satu-dua a la filosofi Johan Cruyff.

Datangnya Ronaldinho dengan dua kaki seniman yang ia miliki mampu menjadi penggerak dan inspirator permainan bagi rekan-rekan lainnya.

Banyak aksi mengundang decak kagum dari Ronaldinho di Barcelona yang sangat melekat dalam benak pecinta sepak bola dunia.

Salah satunya adalah gol unik dalam leg pertama fase 16-besar Liga Champions Eropa musim 2004-05 melawan Chelsea.

Hanya jenius dan seniman bola murni yang bisa mencetak gol demikian.

Selain itu, salah satu hal fenomenal lain dari Ronaldinho adalah tepuk tangan apresiasi atau standing applause dari suporter rival, Real Madrid dalam laga El Clasico 19 November 2005.

Bermain di markas lawan, Santiago Bernabeu, Ronaldinho menampilkan sebuah mahakarya seni sepak bola yang hamper mustahil dilakukan lagi oleh manusia untuk ratusan tahun ribu kedepan.

Tarian samba Ronaldinho meliuk-liuk deras yang membuat bek-bek Real Madrid dan kipernya, Iker Casillas bingung apa yang sedang mereka hadapi kala itu.

Dua gol berhasil Ronaldinho cetak pada laga itu dan dia pun mendapat tepuk tangan meriah dari suporter Real Madrid.

Ronaldinho adalah pemain kedua Barcelona yang mendapatkan hal serupa pasca Diego Maradona pada medio 1980-an.

Musim itu memang yang terbaik bagi Ronaldinho.

Bakat alami, teknik luar biasa dan bumbu trik-trik olah bola memikat sangat lekat sebagai atribusi Ronaldinho.

Ketika kakinya menyentuh dan menggiring bola, seakan dia bagai Picasso yang sedang memegang kuas dan menelurkan daya imajinasinya.

Ronaldinho adalah master dalam trik sepak bola bernama “elastico”

Performa apiknya ikut membawa Barcelona juara Liga Spanyol dan Liga Champions Eropa 2005-06.

Selain itu, Ronaldinho juga sebelumnya meraih Balon d’Or 2005.

Sebenarnya ada hal special lain yang Ronaldinho lakukan selain mencetak gol atau memukau jaga sepak bola melalui gocekanya.

Hal itu tak lain adalah membimbing Lionel Messi ketika masih memulai awal karir profesionalnya di Barcelona.

Ronaldinho lah yang membuat Lionel Messi nyaman berada dan terintegrasi dengan skuat senior Barcelona ketika usianya masih belasan tahun. 

Ronaldinho menganggap Messi memiliki talenta luar biasa dan menjadikannya teman baik di luar lapangan.

Selain itu, di dalam lapangan pun Ronaldinho yang saat itu sedang dalam puncak karier tak segan untuk memuji bakat Lionel Messi dan memberi umpan-umpan kepadanya.

Gol profesional pertama Messi (melawan Albacete, 1 Mei 2005) berasal dari umpan matang Ronaldinho.

Messi pun merasa bahwa bimbingan dari Ronaldinho pada awal kariernya sangat membantu dirinya berkembang lebih baik.

Setelah juara Liga Champions Eropa dan Balon d’Or, Ronaldinho yang memang hobi keluyuran malam dan pemabuk akhirnya mengalami inkonsitensi performa, plus sili ganti cedera menghampiri.

Selain itu, Barcelona tak ragu menjual Ronaldinho karena takut sikap buruknya diluar lapangan bakal mempengaruhi Lionel Messi yang sudah diproyeksi sebagai bintang baru mereka di masa depan.

Akhirnya, Ronaldinho pun dilego oleh Barcelona ke AC Milan pada Juli 2008 dengan biaya 22 juat euro (Rp348 miliar).

AC Milan dan Senja Karier

Ronaldinho datang ke AC Milan yang sedang tidak begitu baik pada musim 2008-09.

Dirinya segera menjadi andalan lini serang, terlebih di saat Ricardo Kaka pindah ke Real Madrid pada musim panas 2009.

Awal istimewa sempat Ronaldinho jalani ketika membukukan gol pertama dalam laga derbi melawan Internazionale, 28 September 2008.

Perangai tak positif seperti kurangnya dedikasi dalam latihan dan hobi berpesta malam hari membuat fisik Ronaldinho tak lagi sebugar dahulu kala.

Selama dua setengah musim berbaju merah hitam, dia tak mampu menghasilkan performa seperti di Barcelona meski beberapa kali mencetak gol-gol penting ketika melawan klub-klub besar.

Pada awal 2011, Ronaldinho dijual ke Flamengo hingga akhirnya dia hidup nomaden dengan berpindah-pindah klub mulai dari Atletico Mineiro, Queretaro dan pensiun di Fluminese pada 2015.

Internasional

Ronaldinho beberapa kali bermain untuk tim junior Brasil mulai dari U-17, U-20 dan U-23 sejak 1997 hingga 1999.

Debut tim nasional senior Ronaldinho alami dalam laga persahabatan melawan Latvia pada 1999.

Ronaldinho menjadi bagian dari skuat Selecao yang memenangi Copa America 1999 dan Piala Dunia 2002.

Gol tendangan bebas jarak jauh pada laga melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 2002 adalah salah satu aksi monumental dari Ronaldinho di ajang internasional.

Namun, pada Piala Dunia 2006 Ronaldinho gagal membawa Brasil melaju ke tangga juara meski kala itu skuat tersebut diisi oleh pemain-pemain top seperti Ronaldo Lima, Kaka, Adriano dan Robinho.

Prestasi dan Statistik

Klub

Paris Saint-Germain

UEFA Intertoto Cup: 2001

Barcelona

La Liga: 2004–05, 2005–06

Supercopa de España: 2005, 2006

UEFA Champions League: 2005–06

Milan

Serie A: 2010–11

Flamengo

Campeonato Carioca: 2011

Taça Guanabara: 2011

Taça Rio: 2011

Atlético Mineiro

Campeonato Mineiro: 2013

Copa Libertadores: 2013

Recopa Sudamericana: 2014

International

Brazil

Copa América: 1999

FIFA World Cup: 2002

Individu

Bola de Prata: 2000, 2011, 2012

FIFA World Cup All-Star Team: 2002

FIFA World Player of the Year: 2004, 2005

UEFA Team of the Year: 2004, 2005, 2006

World Soccer Magazine World Player of The Year: 2004, 2005

UEFA Club Forward of the Year: 2004–05

FIFA Confederations Cup Bronze Ball: 2005

Ballon d'Or: 2005

FIFPro World Player of the Year: 2005, 2006

FIFPro World XI: 2005, 2006, 2007

UEFA Club Footballer of the Year: 2005–06

Golden Foot: 2009

Sports Illustrated Team of the Decade: 2009

FIFA 100

Brazilian Football Museum Hall of Fame

A.C. Milan Hall of Fame

Statistik

Klub

Gremio 72 gol (1998, 1999, 2000)

Paris Saint-Germain 25 gol (2001-2002, 2002-03)

Barcelona 94 gol (2003-04, 2004-05, 2005-06, 2006-07, 2007-08)

AC Milan 26 gol (2008-09, 2009-10, 2010-110

Flamengo 28 gol (2011, 2012)

Atletico Mineiro 27 gol (2012, 2013, 2014)

Queretaro 8 gol (2014-15)

Fluminese 0 gol (2015)

Internasional

Brasil 33 gol (1999-2013)

Fakta Lain

Ronaldino adalah ambassador untuk mantan klubnya, Barcelona.

Sebagai salah satu ikon sepakbola, namanya menjadi wakil dari berbagai brand ternama dunia dan aktif sebagai duta UNICEF.

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ronaldinho

ARTIKEL POPULER:

Gal Gadot - Gadis Wonder Woman

Avengers - Bermula Karena Loki

Bintang - Jadi Pedoman Bagi Nelayan dan Petani

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Ronaldinho   #Tribunnews WIKI
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved