Nasional
PRESIDEN PERLU COPOT KAPOLRI! Pengamat Minta Prabowo Batalkan Tunjangan Rumah DPR Redam Kerusuhan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Kerusuhan akibat demo berujung anarki hingga menalan korban jiwa menjadi perhatian publik.
Terlebih kerusuah demo pecah setelah insiden kematian driver ojol Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil Rantis Brimob saat demo DPR, pada Kamis (28/8/2025) malam.
Menurut pengamat politik Citra Institute, Effriza, dalam insiden kerusuhan berujungan korban jiwa, elit politik juga harus bertanggungjawab.
Apalagi, kata Effriza ucapan dari anggota DPR RI Ahmad Sahroni sudah melukai hari rakyat Indonesia hingga menimbulkan kerusuhan.
"Karena akibat ucapan, perilaku, dan tuna empati menyebabkan eskalasi demonstrasi meluas dari isu tunjangan dinas DPR kemudian diperburuk dengan tragedi wafatnya driver ojol akibat dilindas mobil aparat," kata Effriza.
Ia pun berharap, Presiden Prabowo Subianto memiliki sikap tegas dalam kerusuhan yang terjadi selama tiga hari terakhir.
Baca: PENAMPAKAN Rumah Sri Mulyani Digeruduk Massa dan Dijarah Warga, TNI DikerahkanJagaLokasi
Effriza menekankan agar Presiden Prabowo membenahi lembaga-lembaga negara agar bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Presiden Prabowo tidak bisa sekadar menampung, mendengarkan, dan mempelajari aspirasi publik, tetapi Presiden mesti bersikap dengan membahas bersama DPR tentang keinginan publik membatalkan tunjangan dinas rumah bagi anggota DPR," terangnya.
Ia menilai, pilihan membatalkan tunjangan dinas rumah sepertinya sudah menjadi solusi. Sebab publik tidak lagi bisa diredakan sekadar pernyataan permintaan maaf.
Mengingat, para elit politik sempat bercerita alasan adanya uang tunjangan rumah dinas. Namun, publik menuntut ketegasan dalam sikap nyata agar ada pembatalan hal itu.
Baca: Kapolda Bangka Belitung Pakai Jaket Ojol Datangi Aksi Damai Bela Affan Kurniawan, Disambut Hangat
"Presiden juga perlu memikirkan untuk mencopot Kapolri Listyo Sigit, sepertinya publik tidak lagi sekadar mengganggap permintaan maaf telah cukup, kemudian juga perlu adanya sikap tegas dan transparan yang didorong oleh pihak kepolisian untuk memproses atas tujuh orang yang terlibat insiden terlindasnya driver ojol sebab publik tidak menganggap ini sekadar karena teknis lapangan," ungkapnya.
"Mengapa dua hal itu penting? Sebab, dalam konstitusi, negara, dan demokrasi, bahwa Presiden, Kapolri, dan Pimpinan DPR adalah pihak yang mengatur arah kebijakan sekaligus bertanggung jawab terhadap berbagai dampak eskalasi konflik ini," tambahnya.
Sebelumnya, ratusan massa menyerang Polres Metro Jakarta Timur, Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Puluhan kendaraan mobil dan sepeda motor yang terparkir di depan Polres Metro Jakarta Timur dibakar massa.
Dari pantauan lokasi, sekira pukul 08.00 WIB sejumlah orang terlihat sedang mempereteli bangkai mobil yang terbakar.
Para pemulung dan warga sekitar mencopot pintu kendaraan dan membawanya menggunakan sepeda motor maupun gerobak.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pengamat Politik Minta Prabowo Tegas Sikapi Kerusuhan Demo Telan Korban Jiwa: Batalkan Tunjangan DPR
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Jabar
Terkini Nasional
Gebrak Meja! Momen DPR Semprot Kejari Karo soal Kasus Amsal Sitepu, Diduga Terima Mobil dari Bupati
4 hari lalu
Terkini Nasional
Hasil Survei 3 Lembaga: Mayoritas Warga Indonesia Menolak Keputusan Presiden Prabowo Gabung BoP
4 hari lalu
Terkini Nasional
Respon Geopolitik Global: Yenny Wahid Puji Langkah Presiden Prabowo Jaga Stabilitas Harga BBM
4 hari lalu
Terkini Nasional
Connie Bakrie Ngaku 'Diserang' Pihak Terafiliasi Istana: Apakah Ini Perintah dari Prabowo?
4 hari lalu
Terkini Nasional
Connie Bakrie Beri Peringatan Keras RI 1, Akui 'Diserang' Pasukan Prabowo seusai Kritik Presiden
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.