Kamis, 30 April 2026

Nasional

Audit Total! DPR RI Incar Taksi Green SM Dan Sistem Kereta Api Pasca Tragedi Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 09:15 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur memicu perhatian serius dari Komisi DPR RI.

Evaluasi tidak hanya diminta pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga melebar hingga dugaan keterlibatan pihak eksternal, termasuk kendaraan taksi listrik yang berada di perlintasan rel saat kejadian.

Anggota Komisi V DPR RI, Daniel Mutaqien, menegaskan pentingnya penelusuran menyeluruh terhadap kronologi awal insiden.

Menurutnya, keberadaan taksi di lintasan rel perlu didalami karena diduga menjadi pemicu awal gangguan operasional yang berujung pada kecelakaan.

“Penelusuran kronologi awal sangat penting, terutama terkait dugaan adanya kendaraan taksi yang berhenti di lintasan rel dan memicu rangkaian gangguan operasional,” kata Daniel kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Komisi V DPR RI mendorong agar dilakukan langkah cepat dan komprehensif.

Daniel menegaskan, evaluasi tidak boleh hanya fokus pada sistem kereta api, tetapi juga mencakup pihak eksternal yang berpotensi menjadi penyebab awal insiden.

Satu yang menjadi sorotan adalah operasional taksi hijau milik Green SM Indonesia yang berada di lokasi kejadian.

Daniel mengungkapkan adanya sejumlah keluhan masyarakat terkait perilaku berkendara armada tersebut.

Baca: Mantan Istri Andre Taulany Kini Dipolisikan, Diduga Aniaya ART hingga Sering Kasar ke Satpam

Baca: Momen Dedi Mulyadi Sambangi Rumah Duka Nur Ainia Korban Laka KRL-Argo Bromo, Ikut Salat Jenazah


“Kami menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait perilaku berkendara yang dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan, bahkan cenderung agresif. Ini tentu perlu didalami apakah ada pelanggaran standar operasional,” ucapnya.

Daniel juga menyoroti kejanggalan terkait bagaimana kendaraan dapat masuk dan berhenti di area perlintasan rel yang seharusnya steril dari aktivitas kendaraan umum.

Hal ini, menurutnya, menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan di lapangan.

“Perlu dicermati bagaimana kendaraan bisa berada di perlintasan rel. Ini menyangkut pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan lalu lintas di perlintasan sebidang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Daniel mendorong Kementerian Perhubungan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan operasional Green SM.

Daniel menekankan audit dan investigasi harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Hasilnya diharapkan menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan, baik dalam pengawasan transportasi jalan maupun integrasinya dengan sistem perkeretaapian.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dari Taksi ke Sistem Perkeretaapian, Komisi V DPR Minta Audit Menyeluruh Insiden KA Bekasi Timur

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved