Rabu, 6 Mei 2026

Terkini Nasional

Prada Lucky Dicambuk & Diinjak Senior hingga Tewas, Organ Dalam Korban Rusak Akibat Penyiksaan

Senin, 11 Agustus 2025 18:24 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

 

TRIBUN-VIDEO.COM - Berbagai penyiksaan diduga sudah dialami Prada Lucky Namo selama dua bulan menjadi anggota TNI.

Mulai dari dipukul, diinjak, hingga dicambuk yang mengakibatkan tubuhnya penuh luka.

Tak hanya itu saja, pemilik nama lengkap Prada Lucky Chepril Saputra Namo ini juga sampai mengalami kebocoran ginjal dan paru-parunya rusak.

Berbagai penyiksaan itu membuat tubuhnya menyerah hingga dilarikan ke rumah sakit.

Ia bahkan meninggal dunia di ruang ICU pada Rabu (6/8/2025).

Prada Lucky Namo tewas usai diduga disiksa oleh seniornya sesama anggota TNI di Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan/834 Wakanga Mere ( Yonif TP/834/WM ).

Baru sebulan bekerja, Prada Lucky Namo sudah curhat ke kakaknya soal pemukulan yang ia alami.

Baca: Anggota DPR Murka! Desak Senior yang Aniaya Prada Lucky hingga Tewas Diadili & Dihukum Setimpal

Kakak Prada Lucky Namo, Novilda Lusiana Hetinina Namo, mengaku kerap jadi tempat berkeluh kesah sang adik.

Kepada kakaknya, Prada Lucky namo mengaku kalau saat itu dirinya sedang demam.

Namun dalam kondisi itu, Prada Lucky malah dipukul oleh seniornya.

Sebab seniornya mengira Prada Lucky namo tak mau bekerja karena pura-pura sakit.

"Dia bilang dia demam, tapi seniornya pikir dia tidak mau kerja karena capek, kerja di dapur, jadi dipukul," ujar Lusi dikutip dari Youtube Berita Satu, Senin (11/8/2025).

Menurut Lusi, adiknya itu sehari-hari bertugas di dapur, memasak untuk para anggota TNI.

"Mereka kerjanya kan ekstra dari pagi, dia bilang bangun jam 03.00 Wita. Pasti drop juga," ucap Lusi.

Lusi mengatakan kalau adiknya saat itu diduga sudah tak sanggup menahan siksaan seorang diri.

Baca: 1 Perwira dan 19 Prajurit Ditahan soal Kasus Tewasnya Prada Lucky, Pangdam Udayana: Usut Tuntas!

"Dia anaknya tidak banyak omong, kebanyakan dia simpan keluh kesah sendiri. Tapi waktu itu mungkin dia tidak tahan jadi curhat saya," kata Lusi lagi.

Tak hanya itu, Prada Lucky Namo juga mengaku dipukuli setiap hari oleh seniornya di dalam sel.

Namun ia tak merinci alasan kenapa adiknya itu berada di dalam sel.

"Tetapi yang saya dengar, Lucky kan di sel, jadi setiap pergantian piket dari hari Senin sampai masuk rumah sakit itu, pergantian piket itu mereka selalu bergantian pukuli Lucky," tutur Lusi lagi.

Sementara itu pada ibunya, Prada Lucky akhirnya jujur saat video call di rumah ibu sambung.

Bahkan menurut Lusi, adiknya itu sudah dipukuli sebelum kabur dari Batalyon.

"Sebelum Lucky kabur itu dia sudah kena pukul. Dia kabur ke rumah mama asuhnya yang dekat Batalyon. Dia minta kompres luka-luka karena tidak tahan sakit," ungkapnya.

Saat itu kata Lusi, Prada Lucky Namo kabur dari Batalyon pada tengah malam.

"Lucky bilang 'aduh saya mati sudah, saya punya luka ini di badan'. Mama asuhnya kompres dan kasih obat, itu sudah lebam semua," ungkap Lusi.

Baca: TAK PUNYA HATI! Prada Lucky Diminta Sadar Diri usai Disiksa Hingga Tewas, Wakapendam: Ada Trigger

Saat itu, Prada Lucky Namo juga curhat ke mamahnya bahwa ia dipukul oleh seniornya.

Bahkan Lucky mengaku dicambuk sehingga ia tak kuat dan akhirnya melarikan diri.

"Lucky kasih tahu, 'mama saya dipukul, dicambuk sama Bamak, sama Dansi intel'," kata ibu Prada Lucky Namo, Epi Seprina Mirpey.

Setelah dijemput kembali ke Batalyon, kata Epi, sang anak diduga dipukuli lagi.

"Mereka jemput, mungkin mereka tambah aniaya lagi di sana. Dia tambah parah," katanya.

Bahkan pada kronologi yang beredar, Prada Lucky Namo dipukuli menggunakan selang oleh belasan seniornya setelah kembali ke Batalyon.

Tak berhenti di sana, Prada Lucky juga kembali dipukuli dengan tangan kosong oleh seniornya di dalam sel.

Hal itu membuat Prada Lucky Namo muntah-muntah dan dilarikan ke rumah sakit.

Lucky Namo bahkan harus menjalani perawatan di ruang ICU dan dipasang ventilator.

"Dokter panggil saya katanya anak saya itu sudah gagal ginjal, organ paru-paru sudah rusak semua, cairan sudah banyak. Dokter bilang itu karena memar," tandas sang ibu.

Akibat kematian Prada Lucky Namo, empat anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Penyiksaan yang Dialami Prada Lucky Namo 2 Bulan Jadi Prajurit TNI, Dicambuk Hingga Diinjak di Sel

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews Bogor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved