Sabtu, 11 April 2026

HOT TOPIC

Perang Belum Berakhir! Iran Lesatkan Rudal Mematikan, Tentara IDF 'Ngacir', Kepala Netanyahu Diburu

Jumat, 8 Agustus 2025 21:02 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Militer Iran memperingatkan Israel bahwa perang belum berakhir.

Media yang berafiliasi dengan militer Iran (IRGC) bahkan mengklaim negaranya belum menggunakan rudal yang paling dahsyat.

Rudal tersebut diklaim mampu menimbulkan kerusakan yang dahsyat terhadap wilayah musuh.

Dilansir dari Iran Internasional pada Jumat (8/8), klaim bahwa perang Iran dengan Israel belum berakhir itu disampaikan oleh kepala intelijen IRGC Brigjen Majid Khademi.

“Perang belum berakhir. Kita berada dalam keadaan jeda sementara,” kata Brigjen Majid.

Baca: Pertumpahan Darah di Depan Mata, Citra Satelit Tunjukkan Israel Mulai Siapkan Pasukan Caplok Gaza

Sementara itu sebelumnya, Iran juga telah memperbaiki semua sistem pertahanan udaranya yang rusak akibat serangan Israel.

Stok rudal pencegat yang tidak terpakai diklaim mampu menangkis serangan Israel dan bisa menimbulkan kerusakan dalam perang baru nantinya.

Meskipun gencatan senjata diterapkan, namun Iran bersiap menghadapi konfrontasi berikutnya dengan Israel.

Oleh karena itu, intelijen Iran mengatakan bahwa perang dengan Israel belum berakhir.

Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Darat Israel juga mengatakan bahwa pertempuran dengan Iran belum berakhir.

Panglima militer Israel secara tegas menolak rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk merebut wilayah Palestina.

Di tengah tekanan internal, ribuan warga Zionis melakukan aksi demo besar-besaran, mengepung kediaman Netanyahu di Yerusalem.

Mereka mendesak agar perang di Gaza segera dihentikan.

Dikutip dari Reuters.com, Kamis (7/8), aksi protes ini meluas di sejumlah jantung kota Israel.

Mereka menuntut gencatan senjata dan pembebasan para sandera.

Baca: Pasukan Israel Kembali Beraksi di Tepi Barat, Gerebek & Menahan Pemuda Palestina di Jenin-Nablus

Bahkan ratusan tentara IDF dikabarkan menolak ambisi Netanyahu untuk merebut Palestina.

Langkah tersebut berpotensi menjerumuskan pasukan IDF ke dalam perang berkepanjangan.

Hal itu dapat membahayakan nyawa sandera dan tentara Israel sendiri.

Gelombang penolakan ini menjadi pukulan telak bagi Netanyahu yang tengah kehilangan dukungan.

Kini karier politik PM Benjamin Netanyahu berada di ujung kehancuran.

Sementara itu, ratusan ribu warga Zionis dilaporkan beralih mendukung Hamas dalam melawan pasukan Israel. (Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di sini.

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Diah Putri Pamungkas
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved