Sabtu, 18 April 2026

TO THE POINT

Ono Surono Ngotot Tolak Program Barak Militer Dedi Mulyadi, KPAI Temukan Pelanggaran & Penyimpangan?

Selasa, 20 Mei 2025 15:58 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Program pendidikan bagi siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus menuai kritik.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang menilai program tersebut menyimpang dan berpotensi melanggar hak anak.

Dalam pernyataannya di Majalengka pada Senin (19/5/2025), Ono mengungkapkan bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menemukan sejumlah pelanggaran selama implementasi program ini.

Di antaranya adalah adanya unsur pemaksaan kepada anak-anak untuk mengikuti program dengan ancaman tidak naik kelas jika menolak, serta ketidaknyamanan yang dirasakan selama berada di barak militer.

Ono menegaskan bahwa ia akan mendukung langkah KPAI jika lembaga tersebut merekomendasikan penghentian program kepada Gubernur Jawa Barat.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa kebijakan pendidikan senantiasa berpihak pada perlindungan hak anak.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, menyatakan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri turut mencermati pelaksanaan program tersebut.

Ia mendukung dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas dan dampaknya terhadap peserta didik.

Meski Gubernur Dedi mengklaim telah menyiapkan mekanisme evaluasi internal, Bima menekankan perlunya penilaian objektif dari pemerintah pusat.

(Tribun-Video.com)

Baca: Tangis Dedi Mulyadi Pecah Saat Peluk Siswa di Barak TNI: Akhirnya Waktu yang Menjawab

Baca: Nangis Tersedu-sedu Lari ke Dedi Mulyadi, Haru Siswa Barak yang Jadi Petugas Harkitnas Peluk KDM

#OnoSurono #BarakMiliter #DediMulyadi #KPAI #PelanggaranAnak #PenyimpanganPendidikan #HakAsasiAnak #DPRDJabar #PendidikanMiliter #SiswaNakal

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Tita Amadhea
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #To The Point   #Ono Surono   #Dedi Mulyadi   #KPAI

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved