Terkini Nasional
Dedi Mulyadi Respons Abu Janda Tuding Jabar Barbar, Ungkap Karakter Warganya
TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi barbar, karena banyak warganya tidak menjunjung toleransi.
Menurutnya, pelabelan intoleransi tersebut tidak menggambarkan kondisi sosial masyarakat Jawa Barat yang sesungguhnya.
Masyarakat Jawa Barat, kata Dedi MUlyadi, telah lama hidup dalam suasana toleransi dan keterbukaan. Sehingga, tidak tepat jika citra negatif disematkan kepada provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.
"Saya sih selalu melihat ya, segala sesuatu yang berkembang itu kita tanggapi secara dewasa. Bahwa hari ini saya tegaskan, orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran. Orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," ujar Dedi, Selasa (2/6/2026).
Sejumlah peristiwa yang selama ini kerap dikaitkan dengan isu intoleransi, tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai karakter masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan.
Dedi menilai, akar persoalan dalam berbagai kasus tersebut lebih banyak dipicu oleh kesalahpahaman dalam komunikasi.
"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena satu, miskomunikasi. Kedua, biasanya juga para pelaku intoleransi bukan warga Jawa Barat yang asli biasanya," ucapnya.
Baca: DEDI MULYADI Gercep Respons Teror Pocong yang Resahkan Warga Jabar, Minta Siskamling Dijalankan Lagi
Dedi mengatakan, berbagai konflik yang mencuat selama ini banyak terjadi di lingkungan masyarakat urban, dan melibatkan kelompok-kelompok pendatang yang berinteraksi di wilayah perkotaan.
Dedi juga mengklaim kondisi sosial di Jawa Barat saat ini semakin kondusif. Berbagai potensi gesekan yang sebelumnya menjadi perhatian publik justru terus menurun.
"Setelah saya pimpin kan sudah makin redup. Sudah makin redup. Insya Allah Jawa Barat Provinsi yang terbuka. Gini aja deh, kalau ngomong tentang keterbukaan Jawa Barat, provinsi mana yang seterbuka Jawa Barat," katanya.
Menurut Dedi, keterbukaan Jawa Barat tercermin dari tingginya mobilitas penduduk dari berbagai daerah yang memilih tinggal dan bekerja di wilayah tersebut. Masyarakat dari beragam suku, budaya, dan latar belakang disebut dapat hidup berdampingan secara nyaman.
"Jadi tidak ada kalimat barbar bagi Jawa Barat. Buktinya Jawa Barat, semua orang bisa hidup di sini dan nyaman," katanya.
Baca: Dedi Mulyadi Desak Penyelenggara Tau Tau Festival Tanggung Jawab soal 7 Motor Hilang
Dedi juga menyebut bahwa, konflik berlatar belakang suku hampir tidak pernah terjadi di Jawa Barat. Menurutnya, kehidupan sosial masyarakat berlangsung harmonis dan relatif kondusif.
Adapun persoalan yang sesekali muncul ke ruang publik, kata dia, lebih banyak berkaitan dengan rumah ibadah. Namun, masalah tersebut diyakini dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan musyawarah.
"Biasanya yang jadi sorotan adalah persoalan konflik rumah ibadah. Itu saja konflik rumah ibadah itu bisa diselesaikan dengan pendekatan yang harmoni," ucapnya.
Dedi menegaskan, berbagai persoalan sosial harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan mengedepankan kebersamaan agar Jawa Barat tetap menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warga tanpa memandang perbedaan latar belakang maupun keyakinan.
Sebelumnya, pernyataan Abu Janda yang menyebut Jawa Barat dan Sumatera Barat sebagai wilayah barbar menuai polemik.
Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Minang (DPD IKM) Kota Semarang bahkan melaporkan Abu Janda ke Polrestabes Semarang pada Jumat (29/5/2026) terkait pernyataan tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Abu Janda Sebut Jabar Provinsi Barbar, Dedi Mulyadi: Konflik Rumah Ibadah Dituntaskan dengan Harmoni
# dedi mulyadi # gubernur jawa barat # abu janda
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Jabar
Terkini Nasional
Dedi Mulyadi Desak Penyelenggara Tau Tau Festival Tanggung Jawab soal 7 Motor Hilang
11 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Respons Dedi Mulyadi Dituduh Menipu oleh Warga Kalimantan Timur: Tertipu Sama AI, Tapi Marah ke Saya
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.