Sabtu, 30 Mei 2026

HOT TOPIC

Perang Pecah Lagi! Gencatan Senjata Dilanggar, Wilayah Kashmir Kembali Diguncang Ledakan Hebat

Jumat, 16 Mei 2025 19:52 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Gencatan senjata India dan Pakistan yang harusnya berlangsung sejak Sabtu (10/5/2025) justru menimbulkan situasi genting.

Hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata, India dan Pakistan saling tuduh adanya pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.

Dalam keterangan resminya, Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri menyatakana bahwa ada pelanggaran berulang yang dilakukan Pakistan akan gencatan senjata tersebut.

Baca: Rangkuman Perang India-Pakistan: Indonesia Siap Jadi Juru Damai, PM Sharif Sebut New Delhi Sombong

Misri menuduh Pakistan memulai serangan baku tembak di perbatasan yang disengketakan.

Misri juga mengklaim bahwa pasukan tentara India sudah langsung membalas perlawanan dari Pakistan tersebut.

"Telah terjadi pelanggaran berulang yang dilakukan Pakistan terhadap kesepahaman yang telah kita capai," kata Misri dalam siaran pers Minggu (11/5/2025).

Sementara itu, Menteri informasi Pakistan, Attaullah Tarar menyebut bahwa klaim India tidak berdasar.

Ia menegaskan, justru India yang melakukan pelanggaran di beberapa wilayah.

Baca: India Khawatir Wilayahnya Hancur Lebur Diserang Senjata Nuklir Pakistan, Minta IAEA Pantau Islamabad

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang tepat dalam mengatasi masalah yang muncul selama pelaksanaan gencatan senjata dan meminta agar pasukan di lapangan menahan diri.

Dari laporan NDTV, Pada 10 Mei dini hari, pesawat Angkatan Udara India meluncurkan rudal jelajah BrahMos-A yang menargetkan pangkalan utama Angkatan Udara Pakistan (PAF).

Tak lama setelah itu, India juga mendeteksi bahwa Pakistan meyakini India akan menargetkan infrastruktur komando dan kendali nuklir Pakistan.

Dengan adanya ancaman ini, Instalasi strategis di Rawalpindi, termasuk kantor-kantor yang terkait dengan Divisi Rencana Strategis Pakistan, dilaporkan meningkatkan protokol keamanan.

Padahal sedianya, gencatan senjata ini penting dilakukan untuk kepentingan bersama.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif,
menuduh India menyebarkan informasi palsu dan menyerang situs-situs keagamaan di Pakistan.

Sejumlah laporan dari wilayah Kashmir menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata diumumkan, ledakan dan aktivitas militer tetap terjadi.

bahkan unit pertahanan udara di tengah Srinagar juga baru saja dibuka karena adanya serangan di tengah gencatan senjata ini.

Hingga Minggu pagi, dilaporkan bahwa pertempuran di kedua sisi perbatasan telah mereda dan sebagian besar wilayah perbatasan India telah mendapatkan kembali pasokan listrik.

Namun, ketegangan masih ada.

Kendati situasi tampak tenang, kedua militer tetap berada dalam siaga tinggi, dengan kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

(Tribun-Video.com)

Program: Hot Topic
Editor: Raka Aditya Putra Tama

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Raka Aditya Putra Tama
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #India   #Pakistan   #Kashmir   #perang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved