Local Experience
Mengenal Tradisi Khanduri Laot, Merupakan Upacara Syukuran Nelayan di Aceh
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Khanduri laot, sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Leupung Kembali digelarka dengan meriah.
Acara yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir ini berlangsung meriah dengan penuh antusiasme.Â
Masyarakat Leupung, dari yang muda hingga yang tua, berkumpul bersama untuk merayakan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.
Mereka berkumpul yang pastinya, untuk menikmati hidangan khas yang disajikan dengan penuh cinta.
Suasana di Leupung begitu hidup.Â
Warga datang silih berganti, memadati lokasi acara untuk menikmati hidangan kuah beulangong yang legendaris.
Tak lupa pula disampingnya ada tumis ikan asin dan udang sabu yang mewarnai sajian makan siang.Â
Hidangan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Khanduri Laot.Â
Keberagaman hidangan yang disajikan mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Leupung yang telah turun-temurun diwariskan.
Khanduri Laot bukan sekadar acara makan bersama.Â
Ini adalah sebuah ungkapan rasa Syukur para nelayan yang telah ada sejak lama dan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah.Â
Kali ini, acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang turut berperan aktif dalam pelaksanaan acara.Â
Mereka dengan cekatan berkeliling, membantu mendistribusikan hidangan kepada warga yang hadir.
Semangat yang kental tampak jelas, memperlihatkan bahwa Khanduri Laot bukan hanya soal makanan, tetapi juga kebersamaan.
Semangat kebersamaan ini tidak hanya terlihat dalam cara mereka bekerja sama, tetapi juga dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan.
Setiap dua tahun sekali, Khanduri Laot menjadi momen penting bagi masyarakat Leupung untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, turut hadir dalam acara tersebut untuk memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya setempat.Â
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan bahwa Khanduri Laot adalah wujud rasa syukur masyarakat Leupung atas hasil laut yang melimpah.Â
"Ini adalah bentuk rasa syukur dari nelayan di Kecamatan Leupung, Khanduri Laot yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan terima kasih mereka kepada Tuhan dan bentuk solidaritas sosial antarwarga," ujarnya dalam wawancara dengan Serambinews (16/1/2025).
Tak hanya makan bersama, Khanduri Laot juga melibatkan prosesi adat yang cukup khas.Â
Salah satu prosesi utama adalah pemotongan kerbau.Â
Kerbau yang telah disiapkan ini dimasak bersama untuk kemudian dinikmati oleh seluruh warga yang hadir.Â
"Ada yang lebih spesifik dalam Khanduri Laot ini, yaitu pemotongan kerbau yang kemudian dimasak bersama.Â
Ini merupakan bagian dari rasa syukur atas penghasilan yang selama ini mereka dapatkan," jelas Pj Bupati Aceh Besar.
Namun, setelah acara selesai, ada pantangan yang harus dipatuhi oleh para nelayan setempat.Â
Salah satu pantangan utama adalah larangan untuk melaut dan mencari ikan selama tiga hari tiga malam setelah acara ini dilakukan.Â
Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam dan menghormati hasil laut yang telah diberikan.Â
Jika ada yang melanggar pantangan tersebut, sanksi akan diberikan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.Â
"Sanksi ini tidak bersifat tertulis, tetapi lebih pada penilaian adat.Â
Kami akan melihat dulu apa kesalahan mereka, baru kemudian mengambil tindakan atau sanksi sesuai dengan pelanggaran yang terjadi," kata Panglima Laot Lhok Leupung, M Hassan Is.
Pantangan ini menunjukkan bahwa tradisi Khanduri Laot bukan hanya soal adat, tetapi juga terkait dengan pemahaman mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan laut.Â
Masyarakat Leupung berusaha menjaga kelestarian sumber daya laut serta menjaga keselamatan para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.
Masyarakat Leupung berharap agar tradisi ini tetap dihormati oleh generasi mendatang, sehingga tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjaga tradisi ini, mereka berharap kebersamaan dan keharmonisan antarwarga akan terus terjalin, serta keselamatan dan kesejahteraan para nelayan dapat terjamin.
Khanduri Laot adalah simbol kebersamaan, rasa syukur, dan komitmen masyarakat Leupung untuk melestarikan budaya dan adat istiadat mereka.
Acara ini memberi pembelajaran tentang pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sesama, serta menghargai warisan budaya yang telah ada sejak lama.(*)
Program: Local ExperienceÂ
Editor Video: yohanes anton kurniawan
#khandurilaot #aceh #tradisi #budaya #adat #localexperience #wisata
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Serambi Indonesia
Local Experience
Berawal dari Experiment Lalu Menjadi Usaha Menjanjikan di Kabupaten Tapin
2 hari lalu
Local Experience
Dari Karyawan, Ahmad Sukses Menjadi Pengusaha Pempek dengan Skala Nasional di Jambi
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.