Local Experience
Kedai Peti Kopi GM, Menikmati Kopi di Tempat yang Bersejarah di Gresik
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Salah satu kedai kopi di Gresik, banyak dikunjungi turis mancanegara. Kedai tersebut menawarkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara dengan cita rasa yang khas.
Kedai tersebut adalah Kedai Peti kopi GM yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem nomor 37, Kabupaten Gresik. Persis di depan rumah Gajah Mungkur yang tersohor tersebut.
Rumah Gajah Mungkur berdiri kokoh sebuah rumah megah pada jamannya dengan nama rumah Batik Gajah Mungkur terlatak di jalan Nyai Ageng Arem-Arem yang tak jauh dari alun-alun kota. bangunan tersebut dibangun sejak tahun 1898 dan terdaftar menjadi bangunan cagar Budaya.
Nuansa heritage di Kawasan Bandar Grissee merupakan salah satu destinasi Kota tua dan menjadi andalan pariwisata Kabupaten Gresik telah tersohor di Indonesia bahkan Mancanegara terutama eropa.
"Di sini menjadi jembatan penyambung kedatangan wisatawan Mancanegara untuk singgah menikmati secangkir kopi. Wisatawan mancanegara tersebut beberapa diantaranya berasal dari Belanda, Perancis, Australia, Swedia bahkan Jerman," kata Guslan Gumilang pemilik Kedai Peti Kopi.
Dikatakannya, keindahan arsitektur jaman kolonial sepanjang jalan tersebut yang dikenal dengan nama Embong Peti menjadi ikon kota lama serta menjadi destinasi favorit Karena sangat terjaga keasliannya.
Banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara berdampak pada pengunjung kedai mungil yang berada di seberang jalan dengan nama Peti Kopi.
Berkolaborasi dengan rumah Batik Gajah Mungkur. Tamu yang berkunjung dari wisatawan lokal ataupun mancanegara dipastikan singgah sejenak untuk berkunjung menikmati kopi sambil mengamati keindahan rumah tersebut.
"Selain itu memang rasa kopi di Kedai tersebut memiliki 'signature" atau ciri khas pada rasa, terutama kopi robusta dengan metode Vietnam Drip yang memiliki Rasa dengan pahit yang pas ditambah krema atau lapisan buih di atas permukaan kopi berwarna cokelat kekuningan dan memiliki tekstur yang lembut dan tebal. Selain itu beragam metode manual brewing (seduh tanpa mesin) menjadi daya tarik tersendiri, seperti Syphon, espresso ROK, V60, mokapot , Satanley Pourover, Asobu coldbrew," paparnya.
Biji kopi robusta lokal Jawa Timur terutama dari dampit Malang Dan Robusta Lampung sumatera menjadi andalan. Untuk Arabika kedai tersebut memiliki beberapa varian, yg favorit ada dari Gunung Kawi dengan Roastery dari Blitar, cirinya memiliki tingkat keasaman (acidity) yang pas serta rasa buah yang manis (sweetness) pada rasa akhirnya (aftertaste) juga ada Majalaya dari Jawa Barat.
Wisatawan asing Yang pernah singgah adalah Belanda, Perancis , swedia, Australia, Jerman.
Frank Drygala asal Berlin, Jerman sangat menyukai kopi hitam dengan biji robusta lampung karana rasa yang strong.
"Kopi ini membuat saya menjadi semangat dan tidak ngantuk karena milik rasa pahit yang kuat," kata Frank Drygala dalam video yang diunggah di akun instagram Kedai Peti Kopi.
Berbeda dengan Jan Hoksbergen pria asal Amsterdam, Belanda penggemar barang lawas dan bonsai tersebut lebih menyukai kopi yang soft dengan metode Siphon memakai kopi arabika Blitar.
"Saya sangat menikmati kopi yang soft ini dengan suasana senja di Kawasan Heritage," kata Jan Hoksbergern.
Bukan Hanya Rasa Kopi, pengunjung juga sangat menikmati tata letak interior di dalam kedai. Dengan mengusung tema lawas yang unfinished serta koleksi beberapa benda heritage seperti brankas lemari besi dan lampu majorika yang sangat khas pada era kolonial.
Dengan tagline "Coffee & Heritage" kedai Peti Kopi memberikan pengalaman dan kesan yang sangat menyentuh pada pengunjunnya untuk kembali lagi, karena kedai ini memiliki cara ngopi yang berbeda dimana barista dan pengunjung saling berinteraksi di meja bar.
Rasa kopi di Kedai tersebut memiliki 'signature" atau ciri khas pada rasa, terutama kopi robusta dengan metode Vietnam Drip yang memiliki Rasa dengan pahit yang pas dengan krema atau lapisan buih di atas permukaan kopi berwarna cokelat kekuningan dan memiliki tekstur yang lembut dan tebal. Serta beans Arabika lokal Jawa Timur dan Eropa seperti Italia dan Jerman. (wil)
Harga kopinya:
Robusta Vietnam Drip 10.000
Arabica lokal 17.000
Arabica Eropa 25.000
Ditambah metode apa yang digunakan:
+Metode Siphon 10.000
+Metode V60 5000
Range harga 10.000 - 35.000
Program: Local Experience
Editor Video: Raka Salendra Hariawan
#kopi #gresik #indonesia #tempatngopi
Sumber: Surya
Local Experience
Berawal dari Experiment Lalu Menjadi Usaha Menjanjikan di Kabupaten Tapin
2 hari lalu
Local Experience
Dari Karyawan, Ahmad Sukses Menjadi Pengusaha Pempek dengan Skala Nasional di Jambi
2 hari lalu
Local Experience
Mengenal Bukit Kelam Sintang: Batu Monolit Terbesar di Dunia yang Memikat Wisatawan
2 hari lalu
Local Experience
Pantai Wainuru, Destinasi Wisata Alternatif di Pulau Ambon untuk Habiskan Akhir Pekan
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.